Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Friday, 25 November 2016

The Best Parenting Style

Tipe pengasuhan (parenting) yang terbaik menurut para ahli adalah tipe authoritative (demokrasi). Penasaran seperti apa tipe pengasuhan anak ini ? Read more :) !

Tipe ini didasarkan pada sikap orang tua yang moderat. Orang tua dengan gaya pengasuhan ini memggabungkan dua pendekatan, yaitu orang tua yang memberikan batasab aturan dan memiliki otoritas tinggi. Namun sekaligus merupakan orang tua yang hangat, penuh kasih sayang, toleran, empati kepada anak, mampu memberikan alasan dan penjelasan yang sesuai dengan pola pikir anak atas aturan, batasan, serta kebijakan yang dibuat oleh orang tua.

Orang tua dengan gaya pengasuhan authoritative merupakan keseimbangan antara disiplin dan pemberian kasih sayang. Mereka bersikap fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anak, mendorong ekspresi verbal, saling memberi dan menerima, kerap menjelaskan alasan dibalik tuntunan dan peraturan yang ditetapkan orang tua. Penelitian mengungkapkan adanya hubungan yang berkolerasi positif antara gaya pengasuhan ini dengan kompetensi kognitif dan sosial anak.

Penelitian yang telah dilakuakn oleh Monika dan Kala (2013) di Nagpur terhadap 256 siswa SMP dan SMA, munjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif pada anak yang diasuh secara otoritatif pada keluarganya dengan prestasi akademik di sekolahnya. Hal ini dapat diartikan sebagai semakin keluarga menerapkan otoritatif pada anaknya, semakin tinggi prestasi akademiknya, khususnya pada amata studi IPA, IPS, Bahasa, dan Matematika. Hasil ini juga didukung oleh penelitian yang dialkukan oleh M. Ali, Koorosh, dan Hamid pada tahun 2011 di 371 siswa SMP dan SMA di Iran yang membuktikan bahwa pengasuhan otoritatif yang dilakukan ibu berhubungan positif dengan prestasi anak di sekolah.


Orang tua dengan gaya authoritative dikenal juga sebagai orang tua yang moderat, mereka memberikan batasan dan aturan, tetapi mereka melihat adanya sikap konsekuensi yang bersifat naluriah pada anak dan amat toleran terhadap kesalahan pada perbuatan anak. Mereka juga menjelaskan pentingnya aturan atau peraturan yang telah disepakai dan mengapa peraturan tersebut patut untuk diikuti atau dijalankan oleh anak. Orang tua dengan gaya ini juga berdiskusi dengan anak dan memperhatikan kepentingan anak meskipun orang tua belum tentu setuju dengan anak. Di sisi lain, mereka tegas, tapi penuh dengan kasih sayang dan cinta kasih kepada anak, mendorong anak untuk menjadi individu yang mandiri, menetapkan standar yang sesuai dengan kapasistas anak dan mendorong serta mensupport anak agar mampu mencapainya.

Referensi : 
1. Kuliah-Praktikum SC Pengasuhan anak
2. Buku Pengasuhan : Teori, Prinsip, dan Aplikasinya di indonesia karya Dr. Ir. Dwi Hastuti, MSc

Tulisan ini mulai dibuat malam lewat pukul 11 sepulang les toefl preparation. Tapi, karena bukunya tertinggal dan lupa untuk mengambilnya di tempat foto kopi Tri Mulia, jadinya diteruskan menulis siang ini, memperbaiki kata-kata yang "semaunya saya tulis", tadi malam. Kata-kata yang digunakan lebih banyak diadopsi dari buku, agar lebih terstruktur dan dapat dipahami banyak orang. Lagi pula di sisi lain, saya kan mahasiswa ekonomi syariah. Parenting bukan latar belakang saya, jadi saya agak khawatir bahasa yang saya gunakan belum "mengakar" dengan baik. Poin utamanya, semoga artikel ini dapat menjadi pengetahuan bagi para pendidik, ibu, maupun calon ibu :)
Ohiya, selamat hari guru

Selesai ditulis 25 Novemver 2016 pukul 1:03 PM di depan LSI

No comments: