Kau tahu,
Air murni
Menyelimuti kebeningan yang terurai
Melembutkan kekotoran yang berkumpul
Menjernihkan hitam yang tampak
Kebencian yang terlukai
Dendam yang menyapu
Kebencian yang merasuk dalam dada
Khianat perih yang tertusuk
Dari kepercayaan yang luntur
Secara terdiam
Perlahan
Membuat resah
Menyakiti
Memurungkan diri
Termenungi
Hanya hampaan waktu
Terlewati keras
Tanpa sahabat seperti kalian
Menemani kembali hamparan hidupku
Diriku
Khayalan mereka yang datang
Tetapi,
Dikalau aku terjatuh
Tak ada yang berarti bagi mereka
Senyumanku
Menjadi hal yang mereka lupakan
Perasaanku
Tak jauh dari sampah yang dibuang
Tawaku
Hanya kesenangan yang terpaksa dianggap
Luapanku
tak lebih dari kertas putih tak berarti
Ku rindu kalian sahabat
Yang selalu menyelimutiku
Dalam berbagai tapak
Keadaan yang berbeda
Sahabat,,
Kini aku rasa
Aku tak ada beda
Dari rembulan pada pagi hari
Yang terabaikan
Dari matahari ditengah malam
Yang sebenarnya ada
Tapi tak berarti
Di pandangan mata
Resapilah sahabat,
Pandangmu memanglah
Tak usap dengan tanganku
Ragamu tak lagi bererat
Tapi
Kuyakin hati mendengar
Nurani merasakan
Bahwa pertemuan kembali denganmu
Adalah impianku
Genggaman tanganmu
Adalah pengharapanku
Andai kau tahu
Bagaimana rasanya jiwa ini terbuang
Terasingkan dari mereka
Andai genggaman kita
Masih bersama
Mungkin layaknya
Hidupku akan bersinar
Dalam kegelapan mereka
Dalam keabaian mereka
********
Kutulis ini pada hari rabu,15 Desember 2010-12-18
Di sekolah,diruang senimusik
Pada jam pelajaran bebas
Pukul 07.21
No comments:
Post a Comment