Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Saturday, 29 April 2017

Zat Sempurna

Allah, lebih dari kumpulan huruf yang tersusun sempurna. Lebih sempurna dari jutaan ikatan kata sempurna yang dirajut dengan kesempurnaan. Maha sempurna dari segala maha karya yang bernilai sempurna.

Ialah bait bait rindu saat kita ingin sekali rasanya berbicara denganNya. Ialah titik titik embun yang terasa sejuk dalam hati ketika kau ingin merasa dekat denganNya. Ialah butiran butiran permata yang terasa berkilau ketika kau sebut namaNya Allah, Allah, Allah.

Ia yang tak sanggup oleh mata lemah ini menerjemahkan zatNya yang maha tinggi.
Ia yang tak pernah punya sifat sama seperti mahkluknya yang lelah, mengantuk, dan tertidur.
Ia yang punya mahligai kerajaan dunia dengan kuasanya yang tak terkira nilai kesempurnaannya.

Ialah alasan pepohonan yang bergerak oleh tiupan angin. Dimana tak satu pun manusia terhebat yang mampu mengadakan pepohonan dan pergerakkannya yang mengagumkan.
Ialah alasan langit yang dengan megah berdiri dengan biru yang membahana. Dimana tak satu pun manusia tercerdas yang mampu menandingi penciptaan pada langit dan segala perhiasannya yang menakjubkan.
Ialah alasan pelangi yang terbit dari titik air dengan kolaborasi sinar mentari. Dimana tak seorang peraih nobel pun yang mampu mengombinasikan berbagai warna dari matahari yang panas dan air yang sejuk.
Ialah alasan penataan yang rapih alam semesta ini. Dimana tak satu pun manusia terbaik dari segala versi di buku manapun yang mampu mengadakan penciptaan segala pernak pernik di alam semesta ini.
Hanyalah Ia yang mampu menjadikan semua ini ada, sang pengukir cinta di alam semesta, zat paling sempurna, Allah subhanahu wa ta'ala.

29 April 2016
Di kamar, kemanggisan, jakarta.
Mama sedang ketiduran depan tv.


No comments: