Pernah mendengar bahwa akhir kita seperti apa kita hidup. Hidup baik, akhir baik. Hidup buruk, akhir buruk. Hidup suka beribadah, akhirnya ditutup dengan ibadah. Hidup suka hura hura, akhirnya ditutup dengan hal yang mengarah pada keinginan untuk hura hura.
Aku memang belum pernah merasakan hal itu sendiri. Karena kesempatan tersebut hanya memang sekali saja bukan. Sekali berada di akhir, tak bisa lagi masuk dalam ruang kehidupan. Tapi aku belajar dari hal yang terjadj akhir akhir ini. "Akhir". Kini aku berada di episode episode akhir masa kampus. Karena tidak lama lagi aku akan mengakhirinya (red. Lulus).
Ada desakan dalam kalbu untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang selama dalam dunia kampus sangat sering aku lakukan. Sepulang kuliah, selain berorganisasi aku habiskan untuk melakukan hal ini. Pulang ke asrama pun demikian. Tak sedikit malam yang terlewati dengan tetap terjaga untuk melakukannya, bahkan tidak memberi jatah kepada raga untuk terlelap di balik selimut pun pernah. Hal sederhana. Menulis karya tulis atau esai ekonomi syariah.
Diri ini pun tersadar, mungkin kelak saat waktu akhir kehidupan juga demikian. Ada dorongan besar asa untuk melakukan hal yang biasa kita lakukan di fase fase kehidupan sebelum memasuki episode akhir.
Seperti halnya saat ini yang berada di fase akhir kampus. Setelah satu semester (semester 7) sama sekali aku tidak menyentuh kegiatan ini karena aku memilih kegiatan yang lain. Ternyata kini hal tersebut pun muncul kembali. keinginan untuk menulis. Walaupun sedang skripsian dan ibu menyarankan untuk tidak melanjutkan esai yang telah aku tulis, tapi rasanya ada dorongan hati dan tarikan gravitasi untuk ke kota sebrang.
Begitu pula mungkin kita di akhir kehidupan yah, rasanya segala keinginan hati ingin di penuhi. "Akhir" bergantung dari kebiasan sebelum menuju akhir, episode-episode sebelum bertemu malaikat maut. Akhir yang baik ternyata tidak diciptakan instan yaaah. Dorongan hati akan memunculkan seperti apa ia dahulu membawa hatinya.
18 April 2017
21:03 PM
di krl baru lewat stasiun depok baru menuju jakarta.
Besok pilkada dki putaran ke 2, jadi harus pulang malam ini mintanya mama. Khawatir seorang ibu akan kisruh besok pagi. Siap mama :))
Di sempurnakan pada
29 April 2017
22:26 PM
Di kamar, kemanggisan, jakarta.
Featured post
KURANG DARI 50 TAHUN
Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...
Saturday, 29 April 2017
Mengakhiri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment