Kau terbit di kumpulan
awan-awan
Berjalan menuyusuri
lentera
Menyendiri
Betemankan sepi
Terus putar
Tanpa dihentikan oleh sang
waktu
Senyuman hangat
Sentuhan lembut
Genggaman kuat
Ikatan yang tak akan pernah
pupus
Aku berjalan melewati
roda waktu
terus berputar
Menjalani kehidupan
penuh fatamorgana
Tak ku sangka
Terkadang kusesali
Bagai badai yang tak kuharapkan
Terjadi . . .
Kini tak ada lagi
senyuman pada rona wajahku
Yang aku rasakan penuh
kehangatan
tak ada lagi sentuhan
Yang menyapu tetesan air
mataku
Tak ada lagi genggaman
Ketika seluruh dunia
menjauhiku
Tapi . . .
Ada kalanya semua itu hanya
mimpi
Hanya lukisan fatamorgana
Berbekas tapi tertiup hembusan
angin
Terukir tapi patah terbelah dua
Hari ini bukan hari
kita bersama lagi
Tapi hari ini adalah
hari dimana doa ku panjatkan
Penuh pengharapan
Terisak tangis
Rindu
Marah benci tapi
Juga terbesit rasa
cinta
Dunia akan retak
Hancur
Berantakan
Hilang
Waktu akan berlalu
Terhempas
Tak lagi berarti
Air akan menguap
Menggelembung
Hanyut terbawa angin
Tapi dirimu tak akan lekang oleh
zaman yang telus bergulir
Kau lebih dari duniaku
Jauh lebih berarti dari perasaan
yang kumiliki
Jauh lebih bernilai dari pada segalanya yang kumiliki
Jangan pergi sahabatku
Walau seribu bayanganmu
Telah kau
titipkan di sisiku
TetapiSelalu terbesit rindu
Dikumpulan kalbu
Memimpikan sang waktu
Untuk kupunggail dirimu
Berada di sampingku kembali
Special for my best
friend
I never forget you as
part of my life
You’re my world
Don’t forget me too
from your mind
On July 21st
2012
5:34 PM
No comments:
Post a Comment