Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Sunday, 23 December 2012

Rindu



Menunggu aku sendiri dari sebuah lorong kosong
Tanpa cahaya setitik pun
Tanpa suara menggema
Dengan kubawa hati yang telah membeku

Kubertanya pada dirimu
Tapi kau terdiam
Kau menepi
Kau pergi dalam hidupmu sendiri

Lonceng berbunyi                                                                                                                            
Menggetarkan sanubari
Melihat dunia
Dengan tatapan kerinduan

Hati ini terus memanggil tiada tara
Namamu yang telah kuukir
Yang telah kujadikan rembulan
Didalam dasar lubuk hati ini

Rasa yang terus menusuk
Membuat air mata terjatuh menangis

Hatiku tereus memaparkan
Setiap untaian rasa
Rasa yang kuletakan dalam
rongga terkecil
terdalam
dalam raga ini

Kenapa mataku buta
Merindukan dirimu
Tapi waktu berkata
Ia tidak merindukanku
Tapi ombak indah itu
Telah berada di pantai lain

Kenapa hatiku terbius
Dengan rasa yang terus menggebu
Padahal kusari
Kau telah memilih hati orang lain
Bukan dirku

Hanya dari sudut jendela
Kulihat dirimu
Memperhatikanmu
Setiap gerik
Tapakan kaki
Terusap pandanganmu
Mengarah jauh ke garis tak berujung

Atak mengerti jiwaku
Rasa peluh
Yang pernah singgah
Sebelum kau datang  ke hidupku

Bagiku
Dunia ini terlalu luas
Apabila aku tak hidup berasamamu
Nafas ini terlalu panjang
Jika aku tak bernafas denganmu
Nyawa ini terlalu lama untuk hidup
Kalau aku tak ada didekatmu
Dan Hati ini terlalu perih
andaikan aku tak mempunyai cinta darimu


Jakarta 8 oktober 2011
Jam 06:30AM

No comments: