Menunggu aku sendiri
dari sebuah lorong kosong
Tanpa cahaya setitik
pun
Tanpa suara menggema
Dengan kubawa hati yang telah membeku
Kubertanya pada dirimu
Tapi kau terdiam
Kau menepi
Kau pergi dalam
hidupmu sendiri
Lonceng berbunyi
Menggetarkan sanubari
Melihat dunia
Dengan tatapan
kerinduan
Hati ini terus
memanggil tiada tara
Namamu yang telah
kuukir
Yang telah kujadikan
rembulan
Didalam dasar lubuk hati
ini
Rasa yang terus
menusuk
Membuat air mata
terjatuh menangis
Hatiku tereus
memaparkan
Setiap untaian rasa
Rasa yang kuletakan
dalam
rongga terkecil
terdalam
dalam raga ini
Kenapa mataku buta
Merindukan dirimu
Tapi waktu berkata
Ia tidak merindukanku
Tapi ombak indah itu
Telah berada di pantai
lain
Kenapa hatiku terbius
Dengan rasa yang terus
menggebu
Padahal kusari
Kau telah memilih hati
orang lain
Bukan dirku
Hanya dari sudut
jendela
Kulihat dirimu
Memperhatikanmu
Setiap gerik
Tapakan kaki
Terusap pandanganmu
Mengarah jauh ke garis
tak berujung
Atak mengerti jiwaku
Rasa peluh
Yang pernah singgah
Sebelum kau datang ke hidupku
Bagiku
Dunia ini terlalu luas
Apabila aku tak hidup
berasamamu
Nafas ini terlalu
panjang
Jika aku tak bernafas
denganmu
Nyawa ini terlalu lama
untuk hidup
Kalau aku tak ada
didekatmu
Dan Hati ini terlalu
perih
andaikan aku tak
mempunyai cinta darimu
Jakarta 8 oktober 2011
Jam 06:30AM
No comments:
Post a Comment