Dua kata tersebut sarat akan makna sebuah
institusi sekolah. Dua kata tersebut erat kaitannya dengan bapak guru, ibu
guru, ruang kelas, mengajar, buku, dan pekerjaan rumah (PR). Memberikan
pendidikan berarti menyekolahkan anak dengan sebaik-baiknya. Katanya seperti
itu.
Pendidikan kini, aku pun tidak tahu bagaimana
harus mendiskripsikannya. Bila aku harus melihat seorang ibu mengerjakan PR
yang dimiliki anaknya. Anak pun senang dengan hal demikian. Hasilnya, aku tidak
yakin ada perubahan dari tidak bisa menjadi bisa. Aku pun tidak yakin terjadi
proses untuk terbentuk karakter anak yang kuat, mampu mengatasi
permasalahannya, sabar menghadapi apa yang belum ia dapatkan, berjuang untuk
memperoleh yang ia inginkan, ulet mengerjakan pekerjaan, rajin, seorang yang
gemar untuk berfikir, dan mempertanyakan hal hal yang belum ia ketahui.
Pendidikan kini, aku pun tidak tahu bagaimana
harus mendefiniskannya. Bila aku harus melihat ayah dan ibu yang membiarkan
anaknya tidak melaksanakan shalat 5 waktu, padahal umur sudah tak lagi
terkatagorikan anak kecil. Aku tidak yakin, kebiasaannya mengabaikan shalat
akan membawanya menjadi orang yang gemar beribadah kelak, dekat dengan
Al-Qur’an, berkarakter islami, sungguh aku sangat khawatir.
Pendidikan kini, aku tidak tahu bagaimana
harus menuliskannya. Bila aku melihat bentakkan ayah dan ibu, saat anak ingin
bercengkrama dengan mereka. Jalinan satu arah yang terlihat. Padahal perhatian
adalah kebutuhan anak yang sangat harus dipenuhi oleh orang tua, agar mereka
tumbuh dalam kepercayaan diri, rasa penerimaan oleh keluarganya, dan merasa
menjadi diri yang beharga. Bukankah para ibu dan ayah juga pernah kecil. Saat
punya banyak cerita tentang bermain, sekolah, dan perasaannya ingin untuk
diceritakan kepada ayah dan ibu.
Ruang pendidikan yang sesungguhnya memanglah
sekolah. Tapi sekolah yang dibangun dalam keluarga. Ayah, ibu, nenek, kakek,
kakak, adik, paman, dan bibi yang menjadi aktor dan aktris penting dalam masa
pendidikan anak, masa pembentukan mereka, untuk kelak mereka dapat tumbuh
menjalani kehidupannya dengan sebaik mungkin. Menebarkan aroma aklak islami
yang mulia, menguatkan kalimat kalimat Allah dengan hati yang mantap, dan
meringankan tangan untuk dapat bermanfaat bagi sebanyak banyaknya manusia.
Gedung perpustakaan baru LSI lantai 2
15 September 2017
17:44 PM

No comments:
Post a Comment