Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Saturday, 23 September 2017

Kita adalah Rambu

Jika dalam sebuah laju, seorang pengendara yang tak tahu jalan, maka ia akan mengikuti rambu. Lurus, belok kanan, belok kiri, dilarang berhenti, dilarang parkir, jalan terus, dan lain sebagainya. Rambu-rambu lah yang akan memberikan arahan untuk pengendara sampai ke tujuan dengan tepat dan selamat, tanpa tersesat jalan.

Pengendara ibarat seorang anak, yang dilahirkan ke dunia tanpa punya pengetahuan apapun. Ia tidak mengetahui bagaimana caranya untuk sampai ke titik akhir dengan selamat. Agar ia tidak tertipu dengan jalan jalan yang dapat membuatnya "tersesat" dan menyesal kemudian. Sedangkan kita, orang tua, keluarga, dan orang orang yang ada di sekitar anak adalah rambu. Kita yang akan menunjukinya jalan jalan yang diridhai Allah. Membentuknya untuk menjadi manusia yang merindu dan dirindukan Allah. Mendidiknya agar kelak tumbuh menjadi pribadi tangguh yang tahu jati diri, kemana titik akhir yang hendak ia tuju. Tidak akan tersesat dan menyesal kemudian.

Sabtu, 23 September 2017
13:10
Otw stasiun bogor (sedikit lagi insyaAllah sampai)

No comments: