Ketika mentari mulai
gelap
Kuncup bungga mengigit
Dan bara api meledak
Berbisik tetapi
menahan
Tak sentuh tangan tetapi
melembut
Mengahapuskan air mata
Tapi meneteskannya
kembali
Di ujung rasa ini
Awan pun hinggap tak
berseri
Tanah pun gembur
Air pun tumpah
Semua dunia memanggil
Semua menarik
Tubuhku terbawa arus
Jiwaku pergi tak menentu
Kukecup salam
Tiada yang menjawab
Ku hembuskan angin
Tak ada yang merasakan
Kuperhatikan air
Tetapi terus mengalir
tiada henti
Hanya aluanan ilmu
Yang menjadi teman
sejatiku
Hanya buku-buku bisu
Yang dapat menemaniku
Yang akan kukejar
Selama ku masih bernyawa
Memanfaatkan waktu
Untuk kuhirup kembali
Angin segar di masa
depan
No comments:
Post a Comment