Pada suatu ketika
Aku melihat pena yabg terbuka
Tintanya licin menggoreskan kertas putih
Satu dua menit, dua tiga ide terbaitkan
Pada suatu ketika
Aku melihat kepala yang terbuka
Lincah mengolah gagasan
Tiga empat esai pun tergubahkan
Pada suatu ketika
Aku melihat solusi yang berkolaborasi
Empat lima optional dipadukan
Bagai banyak gerbong kereta disambungkan
Makin banyak yang terfasilitasi
Pada suatu ketika nanti
Aku harap pena kita terbuka bersama
Menggoreskan benih benih pembangunan
Memperbaiki apa yang harus diperbaiki
Menjulang tinggi apa yang harus digapai
Agar kelak kita dapat tersenyum bersama dari kejauhan
Melihat bumi indonesia yang tak lagi bersarang kan bijih bijih ribawi
Untuk kalian, kawan kawan yang suka menulis. Aku senang, aku bersyukur bahwa ternyata ada kok yang punya semangat yang sama dengan mela, yang ingin membumikan, memperbaiki, dan menyempurnakan ekonomi syariah, minimal melalui dari apa yang kita sukai, menulis.
KRL
Berdiri di dekat pintu, bersender pada bangku pinggir
Mendekati stasiun bogor
8:13 AM
9/04/2017
Featured post
KURANG DARI 50 TAHUN
Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...
Sunday, 9 April 2017
Pada Suatu Ketika
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment