Lampion kuning yang menggantung
Redakan api dalam jiwa yang berteriak
Mengecup salam ,yang tak terjawab
Hantarkan besi yang meleleh
Meniup abu kembali menjadi hati yang utuh
Tak remuk digenggam waktu
Tak larut dalam langkahan kaki
Dengan tujuan yang tak pasti
Andaikan tiap rintikan hujan
Adalah butiran cinta
Takkan pernah mungkin ku hanya beriam diri
Hanya melihat,hanya merasakan.
Tapi akan kuhirup
Sehaus rasa cinta yang kubutuhkan
Untuk mehilangkan
Segenap tarikkan batin
Untuk menahan kesedihan ini
Menghapuskan setiap rintikkan air mataku
Yang takkan pernah ada untuk dapat mengusapnya
Menghentikannya
Dengan penuh kelembutan
Yang meluluhkan hatiku
Tuk dapat menyentuh
Menggenggam erat denyut nadiku
Agar dapat kuberdiri
Melangkah demi melangkah
Mengabaikan kesedihan kesedihan yang memanggilku
mungkinkahkah kesedihan ini akan terhenti
Yang kurasa takkan pernah berujung
Seperti garis horizantal
Aku layak memang seperti pengembara
Yang hilang akan rasa keharmonian
Yang meredupkan
Senyuman tersembunyi
Aku ingin hilang
Hilang dalam lautan rintihan
Menyepi
Dalam rumunan dunia
Tapi,Kuingin
Kebahagian adalah titik titik darahku
Keikhlasan adalah gumpalan daging tubuhku
Yang takkan hancur
Walau kupergi keabad manapun
Yang menahan banting
Hempasan hempasan mereka
Bisikan bisikan mereka
Laku mereka
Yang akan kubayar dengan segala
Kemauanku mengalahkan rintihan batin
layaknya kuncup bunga yang mekar indah
Ditengah tengah padang tandus
No comments:
Post a Comment