Jauh di pelosok
Negeri, guratan ayat Al-Qur’an dibaca berulang kali. Dua tiga puluh kali. Kedua
bibirnya basah, terus mendegupkan kalam ilahi.
Tanpa jeda,
4 halaman dimurojaah rutin perhari. Plus, 1 halaman untuk menambah hafalan baru.
Bulir-bulir waktu dipenuhi nafas bersama Al-Qur’an.
Ialah Abdul
Malik bin Qobilan, santri kelas 2 MTs binaan Da’i pedalaman Dewan Da’wah di
Pesantren Baabus Saadah, Dusun Parit, Desa Sempiyan, Kec Rangsang Pesisir,
Kepulauan Meranti, Riau.
‘’Malik
sudah hafal 8 juz mutqin,’’ ujar Ustadz Nurkholis meninggalkan gurat senyum
saat menyebutkan hafalan Qur’an santri binannya.
Kepada Ustadz
Nurkholis, Malik giat menyetorkan hafalan Qur’annya pagi dan sore. Dengan
disiplin, ia cerdas membagi waktu belajar, menghafal, serta murojaah. Tak lupa,
membantu kedua orangtuanya menjadi hal tak pernah ia lewatkan.
Melihat kesungguhan Malik
dalam menghafal Al-Qur’an, Pesantren merekomendasikannya untuk mengikuti Musabaqah
Hifdzul Qur'an (MHQ) yang diikuti para penghafal Qur’an dari 24 Desa se-Kecamatan
Rangsang Pesisir.
Tambah hari, Malik tambah dekat dengan Al-Qur’an. Setiap
harinya, Ustadz Nurkholis melatih dan memotivasi Malik untuk terus meningkatkan
hafalannya. Ia pun menambah waktu murajaah hafalannya yang simak langsung oleh
Ustadz Nurkholis.
Alhamdulillah, titah
juangnya membuahkan hasil gemilang. Ia berhasil menyaber Juara 3 MHQ
se-Kecamatan Pesisir yang mayoritas diikuti Hafidz Qur’an lebih tua darinya.
Copywriting by @laznasdewandakwah
Jumat, 12 April 2019
H-5 Pemilu Prabowo - Jokowi
1:03 PM
