Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Thursday, 4 July 2013

My Rainbow

Giringlah angin ketempat ia berasal
Tumbuhkan pepohonan agar memberi nafas bagi kehidupan kita
Bersihkan debu – debu dari jendela tua
dan bentuklah tanah agar ia sangat bermanfaat
                  Ku hiasi hujan dengan warna warni pelangi
                  Ku raih kilat untuk menerangi jalan yang gelap
                  Ku basahi padang tandus agar tumbuh kehidupan baru

special for my  cousins :
Nury Nafia Andini & Adinda Nuryl Sakinah
Adam Kahhar Hidayat & Ali Atar Hidayat
wish you’ll be great ones someday
I want you succeed for dunya and “the next day”

4 Juli 2013
12:02 PM


Tuesday, 2 July 2013

Mimpi IT*

Kubuka jendela di pagi hari  
Hentakan langkah kaki penuh kegembiraan   
                                                         
Tiga huruf yang kulantunkan    
Menggebu – gebukan semangat  
Ke setiap relung raga ini    
                                     
Bagai magnet  
Antara pilar jiwa dengan gunung itu   
Setiap ku katakan
serasa aku tak memiliki lelah
seolah aku tak perduli
siapa aku dahulu  
bagaimana aku dahulu    

Yang kuinginkan hanya masa depan 
Yang ku dambakan hanya secarik kebahagian di masa depan  
                                                                          
Ku ingin menggoreskannya penuh ilmu pengetahuan   
Ku ingin mewarnainya dengan mempelajari apa yang aku cintai   
Apa yang membuat diri ini takkkan pernah merasa letih 
Hingga bola mata takkan pernah sungkan untuk mengantuk  
                                        
Ku ingin terus mendaki gunung   
Ku ingin terus berlari, tertatih tatih sekali pun   
Mimpiku ada di belakang gunung itu   
                                                  
Walau sobat tak menginginkannya   
Walau kerabat melihat itu fatamorgana   
Tapi harapku      
Tapi besar mimpiku   
Untuk mengubah awan menjadi mentari   
Untuk mengubah rembulan menjadi bima sakti   
                                                                
Tuhan , kuatkan aliran magnet itu   
Kuatkan setiap langkahku untuk mendaki   
Kuatkan setiap titiah tekadku untuk membawa mimpi ini
Hingga mimpi dapat terealisasikan dalam gengaman   

24 Februari 2013
06:34 AM

Monday, 1 July 2013

Penantian

Semusim penuh aku berdiri    
Membangun reruntuhan di tengah padang pasir  
Tiang raga terus menegak  
Hingga akar menembus kerak bumi     

          Terhempas jauh jalan maut  
          Setitik darah mulai menetes  
          Keringat mengalir  
          Raga membeku melihat dunia      
Tuhan, mainkan rodaku ini   
Harapan besar gunung indah di ujung jalan  
Agar awanku terus bergerak  
Dan tak sedetik pun tertelan ombak
     


7: 15 AM 12 Januari 2013
sebelum Bimbel Alumni ^^

Saturday, 29 June 2013

For Someone There

Beautiful..
beautiful..
always be number one


face..
face..
like a door for opening love come around


sometimes like a flower raised up
sometimes like a hell, break it down


can’t be defined
can’t be admitted


light is so poor
can’t be a source of shine


but,
here I fell down
here I fell so damn

Waiting for you
like eating whole of wood in this world
like drinking ice which has fire inside


just kill me
just break all pieces of my heart

Jakarta
3:08 PM
06/29/2013
After saw many things about you

Thursday, 27 June 2013

Lentera Abu - abu

Genderang mesin bertabur dalam pusara kehidupan
hijau merintih, merah membara
lautan berasap
tanah pun pecah

Gunung biru tempat surga katanya
waktu ku ulur
kutambangkan dengan semangat untuk meraih puncak tertinggi
luka tangan dan kaki terhiraukan
mentari putih telah bertengger dalam jiwaku

hingga puncak ku daki
mata terbelalak pada tangan kosong
kayuku terlah rapuh untuk kembali
ranting – ranting telah patah
bahkan dedaunan layu tak segar lagi

hingga jurang di atas gunung
terlihat lebih indah
dengan tawaran tanpa masalah lagi
tak akan ada kesalahan lebih besar lagi
yang tergores dalam sejarah nafasku

tenaga
darah
air mata
telah jenuh untuk kembali bersatu dengan ragaku

aku tak siap menjadi pengembara
untuk turun lagi ke lembah
menghapus perjalananku menempuh gunung biru

detik demi detik merenggut jiwa
nafas bahkan aliran darah hampir tak berdenyut lagi

hari pun berganti
tetapi batu tetaplah batu
gunung tetaplah gunung

kini ada suara yang terhampar di peluh pendengaranku
suara lembut
alunan Irama syahdu
berbisik tentang rembulan yang mempesona
Ditemani kumparan bintang yang gemerlap

Mengubah angin menjadi kendaraan
lautan menjadi lukisan nyata
bahkan bebatuan menjadi teman akrab

siang malam telah terlewati
utara hingga selatan
telah tertempuh oleh kayu ini

lembaran mulai terukir kembali
dengan tinta  - tinta permadani
hingga samudra pun siap untuk menggoreskannya
penuh rasa harmoni


air mata
gumpalan lelah
selimut kejenuhan
kini telah terurai

hingga terlihat semua begitu berwarna
semua hidup
semua nyata
indah, begitu mempesona



10 : 22 PM
23 July 2013
in my room, alone
after I opened facebook, and I found on group “ Aku Masuk ITB”, there’s  answer key of SBMPTN 2013
I felt afraid, afraid to be loser, afraid if I would find lot of mistakes on my anwers sheet
I just hope that whole of my struggle and prayers will give me an amazing gift as my expectation
to continue my study at the state university 

Wednesday, 2 January 2013

Dia



Berdirinya terlamun
Terbayang jauh luapan khahayalku
Terhenti seolah benar-benar mati
Hati terdiam
Seolah tak percaya
           Awan yang kupandangi
           Menggiringku ke masa yang redup
Sedikit hilang cahayanya
Membuatku ragu untuk terus melangkah
Berharap dan menyimpan gumpalan rasa pada dirinya
Bola mata mengahakimi
Sesuatu yang tak berselera
Bagai ulat ada di mutiara
                Jauh terpaku
                Hanya rona senyuman
                Kupaparkan diwajah ini
                Begitu indah
                Tetapi tak kuat
                Mudah roboh
                Hanya dengan tiupan angin sendu
Kukira hanya kaulah satu-satunya
Ketika semua redup
Hanya cahyamu
Dapat meluluhkan lenteraku
Dari semua cahaya yang berkilauan
                Kesederahanaanmu dalam melangkahkan kaki
                Mempesonakan relung hatiku
                Tak ada kata tidak untukmu
                Dalam lembaran – lembaran mimpiku bersamamu
Bila bintang jatuh
Jika rembulan menghilang
Seandainya cahaya matahari redup
Tak mungkin air akan terus berada disini
Mengalir dengan derasnya
Pasti ia akan surut
Pasti ia akan menguap
                Dahulu,
                kau
                Bagai kupu-kupu indah
                Tapi tak tahu betapa indahnya
                Tapi semua orang tahu akan keindahannya
Kini
Es pun mencair
Awan pun gelap
Kayu mendai lapuk
                Selamat tinggal kawan..
                Kulepas rasa ini
                Menjauh dari angan tak pasti
                Meninggalkan harapan cahaya yang kudambakan
Kuharap bumi terus berputar
Hingga kutemukan cahaya lain
Yang lebih terang
Yang lebih indah
Untuk ku hiasi dunia
Penuh dengan kumparan cahaya

Panggung Dunia



Sepoi – sepoi angin gemericik
Balutan melodi melambai indah
Genangan hitam menutupi lubang – lubang
Aluanan awan syahdu dimainkan
                Bertopeng hijau
                Gemerlap berkilaulan
                Salju permata
                Mengharmonikan seribu pancaran pesona
Gumpalan bumi jatuh berlutut
Semenanjung pun terpukau padanya
                Hanya gundukan tanah
                Bercerai berai padanya
                Memuntahkan gemerlap tak berarti
                Memusnahkan warna-warni dunia
                Membisukan dentaman permata
Hanya alunan putih
Secerah sang surya
Kan menyinari
Sejadah panjang
Kekal nan abadi

December 26th 2012
On the bus, go to Taman Mini Indonesia Indah with aisyiyah islamic organization

Ayah



Tak jua ratapan hati menatap wajahmu
Seribu luka menepis kehilangan dirimu
                Ayah…..
                Takkan surut tumpukkan rasa rinduku untukmu
                Selaraskan hatiku untuk membendung rasa harapku
Bejana hati yang terkulai
Menembus perasa yang terdalam
                Rasanya lebih baik terhenti aku disini
                Tak kuat menahan ombak yang menghantam
                Letih tubuh ini menanti
                Cucuran kasih sayang dalam dekapanmu ayah
Takkan berhenti setiap langkahan kaki
Selama perjalanan hidup terus menyusuri
Kosong merontang rongga hati
Tanpa ada bahtera kasih sayangmu menyelimutiku
Ku ingin menembus
Surga kebahagian hati
Bersamamu
Selamanya

Kotaku



Suara Gemuruh
Asam hitam menghempas dalam lautan udara
Haluan hawa sejuk terkadang padam
Hiruk pikuk deretan kehidupan ada disini
Putaran kolong jembatan
Menjadi saksi bisu selimut ribuan orang
Hutan rimbun telah berganti era
Himpitan hutan bangunan pun berkibar dengan leluasa
                Bantingan tata karma
                Hentaman pilihan hidup
                Layaknya hambatan pentup jalan
Jembatan ini
Adalah tempat menimba uang
Mencari kumpulan uang logam
Untuk keluarga kecil dirumah
Diatas kayu lapuk yang terbentang
Dalam lautan sampan yang tergenang
            Jeritan bocah
Menyahut menghampiri
Dalam jalan sempit
Kakiku melangkah
Pengap hempasan penuh kerumunan
Asri
Indah
Nyaman
Hanya logokah?
Hanya semboyankah
Seandainya biru hijau
Hidup di Kota bumi pertiwi

Jakarta, December 17th 2010
At 10:35 am
On the way back to home from school ( APB – Public Transport )

QDM~



Lautan cercaan
Larut tak berarti
Hilang tertelan racun
Terhempas dalam simpangan angan jauh
Ketentramannya melambung setitik harapan
Adakalanya dunia ini
Memiliki perasaan

Dia.....
Terasing dari mereka
Tak teracuh sedikit pun
Ratapan tawa
Terbelah bengis
Tak berarti

Hai kawan
Tahukan anda akan hatinya
Mengertikah anda kan perasaannya
Yang selalu melebur setiap waktu
Saat kau mengabaikannya
Meluapkannya sebagai bahan cercaan
Membelahnya hingga rembulan hilang
Matahari surut
Bumi hancur dengan marahnya

Seandainya bulan kucuri
Ku ingin letakkan pada dirinya
Seandainya matahari kudapati
Ku ingin pasang pada pelupuk matanya
Andaikan sinar keindahan
Telah terukir pada rona wajahnya
Pada genggam raganya

Kuyakin
Pasti dunia
Akan membelai wajahnya
Hingga langkah
Tertuju padanya

35 Senior High School, Jakarta, Indonesia
December 17th 2010; Geography class
Wish you be a great man someday
And people will regret all their mistakes to you….