Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Wednesday, 27 January 2016

Untukmu Bundaku yang Tercinta

Wahai bunda,
Bunga mawarku yang selalu indah dalam pelabuhan hati,
Sungguh dengarkanlah sapaan dan alunan tirani yang menjadi bak wewangian ini
Mungkin hatimu telah membisikan bahwa kini aku menepi
Layaknya pengembara yang telah menemukan pulau untuk mengusung kehidupan baru
Mungkin hatimu telah cemburu
Bahwa aku bagaikan menemukan lunar baru di sini
Menghempaskan tawa dan senyum bahagia tanpa kau berada di sisi

Sungguh bundaku,
Wahai pemilik belikat hati dan jiwaku
Takkan mungkin kata kata indah akan terbalut dengan sempurna
Tanpa ada ruang rindu dan ketulusan yang begitu lembut 

Dengarkanlah bundaku, 
Wahai alunan permadani surgawi 
Kaulah detak jantungku
Kaulah pandangan mataku ke depan
kaulah seluruh tenaga dalam ragaku

Bunda,
Kini aku tak berada selalu di sisimu
Dunia memanggilku secara perlahan
Memendekkan dekapanku untuk menghangatkan dirimu
Mempercepat waktu untuk aku dapat mendengarkan curahan hatimu

Namun bunda,
Sungguh doamulah awan awan kesejukanku
Ridhamulah mentari bagi kehidupanku
Dan cintamulah udara bagi setiap hembusan nafasku

Percayalah,
Bahwa namamu adalah kata terindah
Yang selalu aku baitkan di hadapan sang Maha Pecinta
Dimana pun aku berada
Disanalah selalu aku dekapkan dalam hati "untukmu bundaku yang tercinta"

20 September 2015

10:42 PM

No comments: