Tentang pepaya. Langit sore berbicara padaku melalui pohon pepaya. Tentang mengorganisasi, menstimulasi, dan mengeksplorasi. Alam adalah buku tak berhuruf yang mengajarkan kita banyak hal. Alam adalah puisi tak berbait yang dengan lembut melantunkan pesan pesan Nya untuk kita.
Dalam satu pohon pepaya akan memiliki banyak buah. Tapi buah buah tersebut bervariasi dari segi ukuran dan kematangannya. Ada yang besar dan kecil. Ada yang sudah menguning dan masih hijau. Analoginya seperti orang orang dalam satu organisasi. Ada yang dengan matang bisa "muncul dan terlihat". Dan ada pula yang "masih hijau", terlihat membutuhkan stimulasi untuk bisa "tumbuh dan berkembang".
Bagaimana caranya agar "pepaya pepaya" tersebut bisa menghasilkan buah yang matang dalam jumlah banyak pada satu waktu yang sama ? Atau pada waktu berbeda, tapi tidak terlalu jauh jarak waktu kematangannya antara satu dengan yang lainnya ?
Jawabannya (menurut subjektivitas saya yang tidak tahu apa apa ini) adalah sumbernya. Jika dalam satu organisasi, maka leadernya memiliki peran dan kesempatan untuk bisa membagi sumberdaya yang dimiliki agar semua terstimulasi secara merata. Setiap orang akan tumbuh dan berkembang, asal diberikan stimulasi yang optimal. Ruang untuk bisa mengeksplorasi diri. Dan kesempatan untuk mencoba dan belajar. Diberikan pengertian dan perasaan merasa dipahami. Hal ini akan membuat pohon pepaya akan menghasilkan buah yang berukuran maksimal dengan kematangannya. Persis orang orang dalam organisasi akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
------------
Based on experience when visited small garden in Mr. Budjo house, bubulak
During SUIJI SLP program
26/02/2017
18:15