Aku adalah kumpulan huruf huruf lama yang berdebu. Dilewati arus waktu dan pergantian ruang. Lebih dari sekedar "lewat", aku hampiri beberapa tempat bahkan menjadi bagian darinya. Aku bernafas, berfikir, dan hidup di sana, sekali kali bermain membuat istana dari pasir, tapi setelah itu ombak pun menyapu bersih. Sekali kali aku mendaki meraih puncak tertinggi, tapi ternyata selalu ada yang jauh lebih tinggi.
Aku ini pengelana, sedikit ilmu, dan masih bolong bolong akhlaknya. Aku ini pejalan kaki, memperhatikan sekitar, berinteraksi dengan alam. Kadang aku bertanya pada batu yang diam, kadang pula pada rembulan, terik matahari, angin, dan pelohonan. Mereka tak bergerak, tapi mereka hidup. Mereka bisa merasakan aku, dan aku merasakan kehadiran mereka. Bukan aku ini tidak waras, bukan, sama sekali. Tapi alam sekitar adalah kawan yang suka memberikanku nasihat, mengajarkan dan menegurku dengan lembut.
Sekarang kamu jadi sejarah mel. Kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan perilakumu, pemikiranmu, perasaanmu, amalmu di detik ini. Tidak, sudah tidak bisa. Tapi masih dapat kau datangi, kau tengok lagi untuk jadi cermin, jadi kitab referensi seperti apa kamu dulu.
Aku, sering menertawai diri sendiri. Bukan karena merendahkan. Bukan pula menggangap remeh yang telah lalu. Hanya saja aku bersyukur, bahwa aku sudah melewati proses untuk belajar. Terkadang berbuat salah adalah pintu untuk memperoleh hal yang benar.
Aku baru tahu kurang dari 48 jam yang lalu, definisi dari pendidikan. Bahwa pendidikan adalah membentuk sesuatu sedikit demi sedikit hingga mencapai tingkatan sempurna. Dan aku suka dapat mengetahui itu.
8:37 AM
Mushola Al-Fath Fem Fateta
22 Maret 2017
Singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan (padahal sih ke bara wkwk)