Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Tuesday, 27 February 2018

Hingar Bingar

Hingar bingar

Seorang hebat hendak naik lift ke lantai 6. 4 bodyguards sisi depan belakang, kanan dan kiri. Wartawan dan fotografer siap di depan pintu lift mengabadikan momen kedatangannya.
Beliau dipandang. terhormat.

Sebuah kemeja putih hendak dikenakan. Bintang demi bintang menjadi penghias tanda pangkat. warna merah kuning biru jadi lambang abdinya yang tak berumur muda terpasang di dada kanan. setiap yang bertemu, merendahkan kepala. menunduk.

Hingga aku kira itulah definisi besarnya keduniaan.

tapi ternyata youtube lebih hebat.

Ia bisa menunjukkan kuasa besar Sang Maha Besar.

Menunjukkan betapa besarnya bumi ini dari luar angkasa. Nasa dengan space jouneynya. Satu diri kita, sungguh tidak ada apa apa. Jangankan jabatannya, empunya saja tak terlihat dari atas sana.

21 Feb 2018
14:20
di lantai B1 Kantin Kemenhub
lagi makan siang

2,5% Bibit Kebaikan

Berzakat menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta berlebih. Filantropi ini menjadi penyeimbang antara para muzzaki dan mustahiq. Islam menghendaki adanya kehidupan yang harmonis pada kedua kelompok tersebut.

Besarnya zakat yang diharus dikeluarkan tidak besar. Hanya 1/40 atau 2,5% dari keseluruhan harta yang telah melebihi batas nishob. Prosentasenya sangat kecil, tapi dampaknya akan sangat besar. Bagaimana harta yang sedikit ini mampu menjelma menjadi kebaikan sosial bagi banyak orang ?

Al-Qur'an mengibaratkan zakat dengan sebuah biji. Biji ukurannya sangat kecil, tapi dari benda kecil tersebut, kehidupan sebuah pohon bahkan anak-anakkannya kelak akan hadir. Akar yang menyebar ke berbagai penjuru tanah, batang yang berdiri kokoh, ranting-ranting yang menjulang ke berbagai arah, dedauan yang tumbuh dengan rimbun dan menyejukkan, serta buah buahan yang terasa manis, bermanfaat bagi banyak orang.

Tahukah engkau bahwa zakat-zakatmu akan menjadi energi kehidupan bagi para fakir ? Menjadi harapan penyambung kehidupan mereka hari demi hari bagi orang-orang miskin ? Menjadi kendaraan bagi para Amil untuk semakin menyentuh orang orang yang membutuhkan di daerah yang jauh dari tangan tangan pemberi ? Menjadi pintu cahaya Islam bagi para muallaf ? Menjadi tangan tangan penyelamat bagi para riqob ? Menjadi penyeka air mata bagi para orang orang yang berhutang ? Menjadi jembatan keselamatan bagi orang orang yang berada dalam safar ? Dan menjadi obor kebangkitan dakwah Islam bagi orang-orang yang sedang berjuang di jalan Allah ?

Sabtu, 24 Februari 2018
Laznas AQL
AQL Islamic Center, 
Tebet, Jakarta Selatan.

Bercahaya

Ingat kisah Abu Darda yang datang menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislamannya ? Dari kejauhan Rasulullah melihat kedua bola mata Abu Darda sudah dipenuhi dengan semangat Islam.
Andai kata tak ada niatan dalam Abu Darda kepada Islam, kecondongannya terhadap Islam, mungkin Rasulullah SAW tidak akan berkata demikian halnya. Karena mungkin tidak ada berkas apapun dari mata maupun wajah Rasulullah.

Juga ada di dalam ayat Al-Qur'an, bahwa pada orang-orang yang shaleh Allah berikan tanda di wajah wajah mereka.

Seandainya saya boleh jujur..

Saya teringat kisah Abu Darda dan Rasulullah, saat melihat wajah sebagian besar orang-orang yang mendatangi masjid untuk menunggu waktunya shalat tiba. Juga saat menyaksikan wajah wajah yang ringan tangannya untuk berinfaq dengan mengeluarkan kertas oren, ungu, hijau, biru, ataupun merah dari sakunya. Raut wajah, berkas senyum, dan hal hal lain yang sulit saya definsikan - tampak lebih bersahaja daripada yang lainnya.

Bukan dari penampilan fisik dan material yang digunakan "cahayanya" dapat terpantulkan. Ada yang nyatanya biasa-biasa saja, namun beberapa kali saya temukan beliau sedang berdua dengan Al-Qur'an di dalam masjid. Ada pula yang kulitnya lebih dari sawo matang, namun dari raut wajahnya tidak bisa dipungkiri, ada cahaya Islam di sana.

Pun demikian ketika saya berbincang dengan seorang ibu, rasanya ada yang berbeda dari wajahnya. Ternyata, saat beliau cerita panjang lebar, ada tahajjud di setiap malamnya juga tangan yang gemar menghidupkan dakwah Islam melalui pos pos Infaq dan sedekah.

Tanpa ada maksud menghakimi. Saya membahasakan tujuan Allah menempatkan saya di sini, bukan untuk belajar, tetapi introspeksi diri. Betapa saya jauh dari kebaikan mereka. Betapa saya rasanya menjadi orang yang pelit sedunia. Betapa saya merasa selama ini, berjarak dengan Al-Qur'an. Betapa saya sangat kurang dalam berbuat amal amal soleh.

Semoga dengan kisah ini, menjadikan semakin banyak cahaya yang bertebaran di wajah wajah penduduk bumi.

26 Februari 2018
14:02
Depan Masjid Al-Hidayah
Lantai P6 Kementrian Perhubungan
Jakarta

Tentang Palestina

Kuduga itu hanya masalah sepele yang lumrah terjadi. Seakan aku menjadi penonton senjata senjata israel yang meluluh lantahkan negeri palestina.

Setiap waktu, tangisan menyeruak dari ibu ibu mujahidah yang tidak ingin anaknya dirampas oleh tangan kejam Israel

Sehabis sholat fardu ditegakkan, shalat mayyit pun kerap dilaksanakan

aku ini siapa ?

saudara mati diinjak injak, dibunuh, disakiti, diambil harga diri dan kehormatmannya, diramas haknya, lalu aku hanya diam ?

hatimu dimana, mela ?

ekonomi diblokade, kemiskinan merajalela, sumber pangan ditutup, bantuan dari negeri negeri tetangga dipersulit, listrik hanya 4 jam per hari, itu pun kalau israel sedang berbaik hati, kalau tidak, sesuka mereka.

Tenggorok yang menahan rasa dahaga, perut yang diserigalai rasa lapar, badan yang istirahat tak dinaungi selimut, dan hati yang setiap hari dikerumuni rasa ketakutan bom, senjata, dan serangan tangan tangan dingin israel.

Sementara kamu, begitu nikmat rasanya dalam kemerdekaan di Indonesia, pantaskah mereka sebut kau saudara ?

Kata Rasulullah, umat Islam satu tubuh. Bila anggota tubuh satu merasakan sakit, maka yang lainnya juga akan merasakan sakit. lalu, apakah hati hatimu hendak terketuk dengan sakitnya jiwa dan raga yang saudara saudara kita alami di bumi palestina ?

Perempuan, yang seharusnya dijaga. Dinikmati begitu rendahnya oleh tentara tentara Israel. Bukan hanya satu, sepuluh, atau seratus, ribuan perempuan perempuan shaliha di sana, diambil kehormatan dan harga dirinya secara rampas. Hingga 28 kali seorang perempuan palestina diperlakukan demikian oleh tentara tentara Israel secara bergantian, memilih untuk mengakhiri hidup dengan membenturkan kepala pada kerasnya batu dinding penjara.

Ada apa di dalam lubuk hatimu, apakah ada batu keras hingga derita derita saudaramu tak mampu menyentuh kepekaan hatimu ?

20 Februari 2018
19:34 PM
Di kereta sepulang kerja, St. Tebet - St. Tanah Abang
Sumber informasi tentang keadaan di Palestina : Mba Zahro (Spirit of Aqsa - AQL's Unit)