Artikel 07
Belajar bisnis sekarang lebih mudah via online. Tinggal kita mau belajar dan rajin cari ilmunya.Dulu, Jodi buat kaos partai tahun 1997 beliau belajar saat itu partai lagi banyak banyaknya. Biasanya partai pada berantem. Dibuatlah ide desain yang menghibur untuk meredam perpecahan. Beliau buka usaha itu selalu tanpa modal banyak. Seadanya yang beliau punya. Mau jualan parcel, beliau akan hanya beli kue 1, sirup 1. Beliau engga punya modal banyak, Tapi Beliau Punya banyak Ide. Di mana ada peluang bisnis di situ beliau akan mencoba masuk. Kalau kaos Itu adalah usaha musiman. Usaha kalau musiman, tidak lama waktunya. ATM itu penting sekiali. Jangan plek plek.
Orang tua beliau pernah membuka usaha steak obonk (kelasnya menengah dan menengah ke atas). Mahasiswa itu pada tidak datang, karena harganya tinggi. Maka ada peluang, untuk membuka usaha steak yang harganya affordable untuk mahasiswa. Coba lihat, peluanganya ada engga ya?
Kenapa namanya brandnya waroenk? Untuk menunjukkan harga yang terjangkau. Kenapa steak and shake? Karena itu jadi spesifikasi untuk menjangkau anak-anak muda. Modal membangun Waroeng steak and shake itu 7 jt untuk sewa rumah yang juga dijaikan tempat usaha. Dan motor saya dijual untuk memutar penjualan. Yg lebih penting adalah effortnya. Beliau bertugas masak dan nyiapin hot plate. Istrinya di kasir. Saat itu tidak ada pemodal lain, kecuali beliau dan istri beliau.
Nama brandnya sudah ada, menunya sudah ada, semuanya sudah ada. Kursi itu kursi plastik, tidak berani beli kursi yang mahal. Hal yang palng utama dalam merintis bisnis adalah membangun brand. Kalau brand sudah nancep, jalan ke depannya enak. Semua butuh proses yang tidak instan. Ini butuh perjuangan selama 23 tahun. Jaman dulu, mau promosi tidak ada uang. Itu tantangannya. Ramenya baru di tahun ke 2. Setelah itu baru kefikiran untuk buka cabang yg ke 2. Di tempat yang lebih besar, brandnya tercantap kuat, jadi lebih rame. Sampai cabang ke 7 warung steak and shake pas buka dimodalin oleh keluarga terdekat; ayah, ibu, paman, dll. Yang kemudian dicicil, uangnya dikembalikan. Pas lagi membangun brand, banyak bangget ujiannya. Tapi standarisasi produk dan pelayanan itu perlu. Bukan justru mengutamakan keuntungan dan mengesampingkan standar penjualan yang sudah baik.
Setiap tahun itu ada aja ujiannya. Semua takdir itu baik, meskipun tidak semuanya enak. Jangan pernah berhenti berdoa. Jadikan semuanya baik dengan kekuatan doa. yang membuat waroung steak and steak normal itu adalah kekuatahn doa. Ini menjadi spiritual company. Kita minta sama yang memberi rezeki. Dan mau dapat omset berapapun harus ditutup dengan rasa syukur.
Menyikapi kompetitor itu bukan sebagai musuh, tapi teman. Kita harus belajar dengan kompetitor. Ownernya harus belajar terus. Kita harus belajar gimana caranya jadi efisien. Jadi kita harus belajar terus. Ada kompetitior baru, kalau ada yg bagus kita pakai, lakukan apa yang dilakukan kompetiitor dan lakukan apa yang tidak dilakukan kompetitior.
Niatin kerja itu adalah ibadah. Uang itu akan datang. Beliau punya 2000 karyawan maka dijadikan itu sebagai 2000 kekuatan doa. Beliau punya 650 santri hafidz quran, maka dijadikan itu 650 kekuatan doa. Kalau punya anak anak didik pun, jadikan itu juga kekuatan doa. Banyakin lagi, besarin lagi. Jadikan lingkungan kita, mendoakan kita.
Bisnis dan Spiritual Ala Seorang Muslim
Jody Broto Suseno
Ahad/13/8/2023