Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Sunday, 23 December 2012

For The Special One - Mama



Tampak sunyi
Belahan kasih

Menelusuri lentera
Dalam pusat rongga hati

Mejauh selangkah
Tertapak dalam sanubari

Terukir lembut
Penuh jiwa dan raga

Merona indah Kumpulan bunga putih
Mewarnai setiap tetesan keringat

Menjabarkan setiap keharumannya
Mengimajinasikan seribu cinta

Ketika hitam di belakang punggung ini

Tersiram lembut dengan balutan kasih sayangmu
Ketika beribu tetesan air mata mengalir

Kelembutanmu membelai wajahku penuh rasa sayang
Ketika rembulan tak ada di dalam hariku

Kau datang dengan bak sinar mentari yang penuh kehangatan

Tak sekedar indah
Tak sekedar cinta
Tak sekedar kata-kata
Tak sekedar mimpi

untuk selalu ku junjung tinggi namamu
Di setiap ruang dalam lembaran hidupku
You’re my beloved mom
I love you so much

Happy mothers day

Special for my wonder woman, my soulmate, a woman who become my father and a woman who become a lovely mother for me

Jakarta, 22 Desember 2012

09:30 AM

Gelap - Terang



Ketika mentari mulai gelap
Kuncup bungga mengigit
Dan bara api meledak

Berbisik tetapi menahan
Tak sentuh tangan tetapi melembut
Mengahapuskan  air mata
Tapi meneteskannya kembali
Di ujung rasa ini

Awan pun hinggap tak berseri
Tanah pun gembur
Air pun tumpah
Semua dunia memanggil
Semua menarik
Tubuhku terbawa arus
Jiwaku pergi tak menentu

Kukecup salam
Tiada yang menjawab
Ku hembuskan angin
Tak ada yang merasakan
Kuperhatikan air
Tetapi terus mengalir tiada henti

Hanya aluanan ilmu
Yang menjadi teman sejatiku
Hanya buku-buku bisu
Yang dapat menemaniku

Yang akan kukejar
Selama ku masih bernyawa
Memanfaatkan waktu
Untuk kuhirup kembali
Angin segar di masa depan

Rindu



Menunggu aku sendiri dari sebuah lorong kosong
Tanpa cahaya setitik pun
Tanpa suara menggema
Dengan kubawa hati yang telah membeku

Kubertanya pada dirimu
Tapi kau terdiam
Kau menepi
Kau pergi dalam hidupmu sendiri

Lonceng berbunyi                                                                                                                            
Menggetarkan sanubari
Melihat dunia
Dengan tatapan kerinduan

Hati ini terus memanggil tiada tara
Namamu yang telah kuukir
Yang telah kujadikan rembulan
Didalam dasar lubuk hati ini

Rasa yang terus menusuk
Membuat air mata terjatuh menangis

Hatiku tereus memaparkan
Setiap untaian rasa
Rasa yang kuletakan dalam
rongga terkecil
terdalam
dalam raga ini

Kenapa mataku buta
Merindukan dirimu
Tapi waktu berkata
Ia tidak merindukanku
Tapi ombak indah itu
Telah berada di pantai lain

Kenapa hatiku terbius
Dengan rasa yang terus menggebu
Padahal kusari
Kau telah memilih hati orang lain
Bukan dirku

Hanya dari sudut jendela
Kulihat dirimu
Memperhatikanmu
Setiap gerik
Tapakan kaki
Terusap pandanganmu
Mengarah jauh ke garis tak berujung

Atak mengerti jiwaku
Rasa peluh
Yang pernah singgah
Sebelum kau datang  ke hidupku

Bagiku
Dunia ini terlalu luas
Apabila aku tak hidup berasamamu
Nafas ini terlalu panjang
Jika aku tak bernafas denganmu
Nyawa ini terlalu lama untuk hidup
Kalau aku tak ada didekatmu
Dan Hati ini terlalu perih
andaikan aku tak mempunyai cinta darimu


Jakarta 8 oktober 2011
Jam 06:30AM

Sahabat Mentari



Kau terbit di kumpulan awan-awan
Berjalan menuyusuri lentera
Menyendiri
Betemankan sepi
Terus putar
Tanpa dihentikan oleh sang waktu
                Senyuman hangat
                Sentuhan lembut
                Genggaman kuat
                Ikatan yang tak akan pernah pupus
Aku berjalan melewati roda waktu
terus berputar
Menjalani kehidupan
penuh fatamorgana
Tak ku sangka
Terkadang kusesali
Bagai badai yang tak kuharapkan
Terjadi . . .
Kini tak ada lagi senyuman pada rona wajahku
Yang aku rasakan penuh kehangatan
tak ada lagi sentuhan
Yang menyapu tetesan air mataku
Tak ada lagi genggaman
Ketika seluruh dunia menjauhiku
   Tapi . . .
                Ada kalanya semua itu hanya mimpi
                Hanya lukisan fatamorgana
                Berbekas tapi tertiup hembusan angin
                Terukir tapi patah terbelah dua
Hari ini bukan hari kita bersama lagi
Tapi hari ini adalah hari dimana doa ku panjatkan
Penuh pengharapan
Terisak tangis
Rindu
Marah benci tapi
Juga terbesit rasa cinta
                Dunia akan retak
                Hancur
                Berantakan
                Hilang
                Waktu akan berlalu
                Terhempas
                Tak lagi berarti
                Air akan menguap
                Menggelembung
                Hanyut terbawa angin
                Tapi dirimu tak akan lekang oleh zaman yang telus bergulir
                Kau lebih dari duniaku
                Jauh lebih berarti dari perasaan yang kumiliki
   Jauh lebih bernilai dari pada segalanya yang kumiliki
Jangan pergi sahabatku
Walau seribu bayanganmu
Telah kau titipkan di sisiku
Tetapi
Selalu terbesit rindu
Dikumpulan kalbu
Memimpikan sang waktu
Untuk kupunggail dirimu
Berada di sampingku kembali



Special for my best friend
I never forget you as part of my life
You’re my world
Don’t forget me too from your mind
On July 21st 2012
5:34 PM