Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Friday, 25 December 2015

Mawar yang Bergemuruh

Dijadikan apa lagi bunga mawar selain untuk simbolik ?
Tahta memandang ia tak bergerak, bisu, dan tuli
Bertemankan tanah, bertuankan air
Hanya butuh rumah, hanya butuh makanan untuk bertahan hidup

Selama ini tak ada bincangan ia memanjat tebing
Dan mengarungi lautan
Terperosok pada bebatuan dan hampir terbawa ombak
Bermandikan keringat, berpakaian kelelahan
Beralaskan  luka, bertapakkan keperihan

Wahai tahta,
Ini tanda juang sedang kibarkan benderanya
Lebih dari air dan tanah yang kau anggap cukup
Tapi butuh ruang untuk bergerak
Bersuara dan bertindak

Wahai tahta,
Pemangku jas hitam, dasi, dan ikat pinggang
Buka pendengaran, penglihatan, dan hatimu
Bahwa rasa telah menyeruak untuk angkat bicara
Bahwa lidah tak lagi mejadi batu dalam sangkar
Kini ia berjalan
Kini ia benar benar hidup

Dan kau tahta
Berubahlah atau mati !

8:29  AM
23 DESEMBER 2015

Lagi di meja belajar kamar asrama sama teh erisa
ceritanya adalah rakyat hanya menjadi simbolik dari negara. negara dengan bebasnya melakukan hal yang dzalim kepada rakyat, yang penting mereka bisa makan dan bertahan hidup tanpa melihat aspek untuk menjadi bebas. mereka kira, yah merekahlah tahta yang berharga, yang paling penting. Padahal tak lebih dari sekedar jabatan yang sesungguhnya untuk rakyat, untuk memberikan ruang bagi mereka untuk merasakan hidup yang sesungguhnya. Rakyat ingin tahta berubah atau kematian peradaban akan terjadi per lahan-lahan.
Hal ini terinspirasi dari jarkoman rakab yang baru diberitahu h-1

No comments: