Candu rindu menguak ke permukaan
Membesitkan genderang rasa ingin bertemu
Sebaris demi sebaris, hingga tumpukan buku menjadi jalanku
untuk mengenalmu
Seakan ingin menjadi jari telunjuk yang selalu menyertai
jari tengah
Dua-tiga akhlakmu jadi kacamata penuh estetika saat
kubayangkan dirimu
Barisan kata menjadi hidup untuk menggambarkan anggunnya
budimu dalam bertindak
Menjelma rembulan yang indah, menandangi sinarnya sang
mentari
Engkau yang dirindu oleh milyaran hati
Engkau yang dibaitkan dalam syahadat kami kepada Sang Maha
Tinggi
Sebuah nama,
Nama pemimpin kami
Sebuah nama,
Muhammad saw
10:19 PM
21/10/2016
Lagi kepengen nulis
Di kamar asrama
No comments:
Post a Comment