Hendakkah kita hanya menjadi pengelana di sini
Tak lama, hanya sebentar
Tak lebih dari sekedar mampir di sore hari
Mengapa seperti final dari segala penghelatan diri diri kita
Berjuang pontang panting, meregah emosi dan komat kamit lisan yang tak guna untuk di dengar
Hanya untuk apa ?
Hanya untuk mengikrarkan,
"kamu salah, saya benar"
Apalah artinya kita
Dari tetesan ayah yang diberi kesempatan oleh Allah untuk mengabdi
Merasakan indahnya satu akar dari ciptaan Allah yang maha kaya
Untuk bersyukur dan bersabar kita di sini
Menyatukan banyak hati
Untuk bersama tersenyum menuju keridhaan illahi
30 April 2017
16:18
Di APTB perjalanan pulang ke Jakarta dari Sentul, habis ke pernikahan sarah di andalusia bersama kru korpus 10 (sekalian jalan jalan ke ah poong, korpus day out wkwk)
Tulisan ini didasari tiba tiba di tol ada yang menimpuk aptb dari sisi kiri, babang sopir dan kenek langsung keluar mengejar si pelaku.
Featured post
KURANG DARI 50 TAHUN
Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...
Sunday, 30 April 2017
Manusia
Saturday, 29 April 2017
Mengakhiri
Pernah mendengar bahwa akhir kita seperti apa kita hidup. Hidup baik, akhir baik. Hidup buruk, akhir buruk. Hidup suka beribadah, akhirnya ditutup dengan ibadah. Hidup suka hura hura, akhirnya ditutup dengan hal yang mengarah pada keinginan untuk hura hura.
Aku memang belum pernah merasakan hal itu sendiri. Karena kesempatan tersebut hanya memang sekali saja bukan. Sekali berada di akhir, tak bisa lagi masuk dalam ruang kehidupan. Tapi aku belajar dari hal yang terjadj akhir akhir ini. "Akhir". Kini aku berada di episode episode akhir masa kampus. Karena tidak lama lagi aku akan mengakhirinya (red. Lulus).
Ada desakan dalam kalbu untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang selama dalam dunia kampus sangat sering aku lakukan. Sepulang kuliah, selain berorganisasi aku habiskan untuk melakukan hal ini. Pulang ke asrama pun demikian. Tak sedikit malam yang terlewati dengan tetap terjaga untuk melakukannya, bahkan tidak memberi jatah kepada raga untuk terlelap di balik selimut pun pernah. Hal sederhana. Menulis karya tulis atau esai ekonomi syariah.
Diri ini pun tersadar, mungkin kelak saat waktu akhir kehidupan juga demikian. Ada dorongan besar asa untuk melakukan hal yang biasa kita lakukan di fase fase kehidupan sebelum memasuki episode akhir.
Seperti halnya saat ini yang berada di fase akhir kampus. Setelah satu semester (semester 7) sama sekali aku tidak menyentuh kegiatan ini karena aku memilih kegiatan yang lain. Ternyata kini hal tersebut pun muncul kembali. keinginan untuk menulis. Walaupun sedang skripsian dan ibu menyarankan untuk tidak melanjutkan esai yang telah aku tulis, tapi rasanya ada dorongan hati dan tarikan gravitasi untuk ke kota sebrang.
Begitu pula mungkin kita di akhir kehidupan yah, rasanya segala keinginan hati ingin di penuhi. "Akhir" bergantung dari kebiasan sebelum menuju akhir, episode-episode sebelum bertemu malaikat maut. Akhir yang baik ternyata tidak diciptakan instan yaaah. Dorongan hati akan memunculkan seperti apa ia dahulu membawa hatinya.
18 April 2017
21:03 PM
di krl baru lewat stasiun depok baru menuju jakarta.
Besok pilkada dki putaran ke 2, jadi harus pulang malam ini mintanya mama. Khawatir seorang ibu akan kisruh besok pagi. Siap mama :))
Di sempurnakan pada
29 April 2017
22:26 PM
Di kamar, kemanggisan, jakarta.
Zat Sempurna
Allah, lebih dari kumpulan huruf yang tersusun sempurna. Lebih sempurna dari jutaan ikatan kata sempurna yang dirajut dengan kesempurnaan. Maha sempurna dari segala maha karya yang bernilai sempurna.
Ialah bait bait rindu saat kita ingin sekali rasanya berbicara denganNya. Ialah titik titik embun yang terasa sejuk dalam hati ketika kau ingin merasa dekat denganNya. Ialah butiran butiran permata yang terasa berkilau ketika kau sebut namaNya Allah, Allah, Allah.
Ia yang tak sanggup oleh mata lemah ini menerjemahkan zatNya yang maha tinggi.
Ia yang tak pernah punya sifat sama seperti mahkluknya yang lelah, mengantuk, dan tertidur.
Ia yang punya mahligai kerajaan dunia dengan kuasanya yang tak terkira nilai kesempurnaannya.
Ialah alasan pepohonan yang bergerak oleh tiupan angin. Dimana tak satu pun manusia terhebat yang mampu mengadakan pepohonan dan pergerakkannya yang mengagumkan.
Ialah alasan langit yang dengan megah berdiri dengan biru yang membahana. Dimana tak satu pun manusia tercerdas yang mampu menandingi penciptaan pada langit dan segala perhiasannya yang menakjubkan.
Ialah alasan pelangi yang terbit dari titik air dengan kolaborasi sinar mentari. Dimana tak seorang peraih nobel pun yang mampu mengombinasikan berbagai warna dari matahari yang panas dan air yang sejuk.
Ialah alasan penataan yang rapih alam semesta ini. Dimana tak satu pun manusia terbaik dari segala versi di buku manapun yang mampu mengadakan penciptaan segala pernak pernik di alam semesta ini.
Hanyalah Ia yang mampu menjadikan semua ini ada, sang pengukir cinta di alam semesta, zat paling sempurna, Allah subhanahu wa ta'ala.
29 April 2016
Di kamar, kemanggisan, jakarta.
Mama sedang ketiduran depan tv.
Monday, 17 April 2017
Heaven
Namanya jannah. Tempat segala berkah bermuara. Tempat segala akhir dari peraduan kebaikan di dunia. Tempat perkumpulan para hamba Allah yang berharap pada rahmatNya
Namanya 'Adn. Pusat dari segala mahligai cintaNya Allah. Semesta dari segala bentuk kasih sayang Allah pada hamba hambaNya yang berhati surga. Peraduan dari perjuangan panjang kebaikan tiada henti.
Namanya Firdaus. Tingkat yang ingin digapai oleh setiap insan penduduk bumi. Menjadi dambaan bagi setiap ukhuwah yang melingkar di tanah Allah kini. Rupa dan wujudnya tak sanggup untuk akal menggambarkannya.
Namanya surga. Ia yang menjadi bait bait doa kita dalam sholat. Ia yang menjadi janji manis dari zat maha pemilik semesta dunia akhirat. Ia yang menjadi titik embun penggetar hati dan jiwa. Ia yang menjadi map perjalanan bagi para pencari keridhaan ilahi.
Kemanggisan
17 April 2017 (2:32 AM)
Tadi sudah tidur dari jam 22 - 00:20 kurang lebih
Sedang tidak berminat untuk tidur lagi wkwk
Sunday, 9 April 2017
Pada Suatu Ketika
Pada suatu ketika
Aku melihat pena yabg terbuka
Tintanya licin menggoreskan kertas putih
Satu dua menit, dua tiga ide terbaitkan
Pada suatu ketika
Aku melihat kepala yang terbuka
Lincah mengolah gagasan
Tiga empat esai pun tergubahkan
Pada suatu ketika
Aku melihat solusi yang berkolaborasi
Empat lima optional dipadukan
Bagai banyak gerbong kereta disambungkan
Makin banyak yang terfasilitasi
Pada suatu ketika nanti
Aku harap pena kita terbuka bersama
Menggoreskan benih benih pembangunan
Memperbaiki apa yang harus diperbaiki
Menjulang tinggi apa yang harus digapai
Agar kelak kita dapat tersenyum bersama dari kejauhan
Melihat bumi indonesia yang tak lagi bersarang kan bijih bijih ribawi
Untuk kalian, kawan kawan yang suka menulis. Aku senang, aku bersyukur bahwa ternyata ada kok yang punya semangat yang sama dengan mela, yang ingin membumikan, memperbaiki, dan menyempurnakan ekonomi syariah, minimal melalui dari apa yang kita sukai, menulis.
KRL
Berdiri di dekat pintu, bersender pada bangku pinggir
Mendekati stasiun bogor
8:13 AM
9/04/2017
Thursday, 6 April 2017
Kamu
Setiap dari kita punya kehidupan. Kehidupan yang luar biasa dengan jadwal dan dinamika yang mungkin sama sekali tidak bisa dianggap remeh. Berbagai perjuangan, keringat, dan doa kadang mampu membawa langkah pada puncak yang ingin digapai banyak orang. Menjadi luar biasa adalah kamu. Menjadi sosok yang diingini oleh banyak orang adalah kamu. Apalagi menjadi manusia yang selalu disenyumi oleh penduduk langit, itu pun kamu juga. Kamu yang tidak diam saat angin dunia menyergap. Kamu yang berfikir keras untuk menemukan jalan bagi banyak orang. Kamu yang punya hati untuk menembus banyak hati nurani. Kamu yang mau terjaga walupun banyak yang sudah kelelahan, menyerah, dan berhenti. Kamu lah yang akan ditunggu Allah dengan senyuman yang lebih terang daripada 1000 bintang. Kamu adalah siapapun yang mau menjadi "sesuatu" di mata Allah.
6 April 2017
13:53 PM
Kemanggisan, Jakarta.
Lagi break editing kuisioner skripsi