Tuhan,
Marahkah kau pada hidupku
Tempat hunianku kini
Senyuman ku yang tak berarti
Pada hari ini
Di waktu ini
Dalam hembusan nafas ini
Jika aku memilih
Roda waktu akan kuputar
Tak ingin aku disini
Tak akan pernah hati ini memilih
untuk bernafas ditempat ini
Gelap
Terasing
Tak ada cahaya untuk menyelimutiku
Sekalipun bayangan yang menyemu
datang dan pergitiada berarti
Benih perasaanku
Tercaci maki
Terlukai rintihan
Kuingin keluar
Pergi
Menelan kepahitan
Realita lembaran- lemabaran yang berceceran
Kini
Daun yang menggantung
Tak ada ruang baginya
Untuk berpindah tempat
Terkecuali angin
Dapat meniupnya
Kini
Siput kecil
Menjelajahi pantai
Dengan berlarut waktu
Terkecuali ombak
Membawanya ke tempat tak berujung
Tuhan,
Inikah tempat terbaikmu
Yang telah kau pilih untukku
ditengah badai rontang
Oceahan tak bernyawa
Lautan penuh buih
Dengan luput cinta dariMu
Tuhan, sembuhkan luka
Yang telah menggores
Hamparan mimpiku
Izinkanku meluapkan
Jeritan batin
Yang terus menerpa
Agarku merasa lepas bebas
Dari segala beban
Dalam kutelan takdir ini
Agar ku dapat menjadi
cahaya terang
penuh sinardi tengah gelapnya hamparan dunia
No comments:
Post a Comment