Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tentang duniakah yang seketika akan hancur?
Tantang cinta terhadap seseorangkah yang takkan pernah
berujung?
Ataukah pengharapan dunia yang terus membuat haus?
Mengapa mereka tak saling berkaca?
Sikap buruk mereka yang saling membatu
Fikir buruk mereka yang memabukkan akal
Ataupun adakah hati meraka yang telah kusut
Buruk lagi tertutup cahaya illahi rabbi
Yang terbentang
Jalan penyelasan
Kesia-siaan dikemudian hari
Mungkinkah mereka tertidur
Dalam lamunan semu dunia
Mungkinkah mereka hanya bersenda gurau
Pada jurang pisau yang ada dipenghujung hempasan jalan
Menunggu mereka
Mengikat dengan belenggu
Untuk mengakhiri hidup
Pada jurang kebodohan
Jurang kesia-siaan
Jurang kesengsaraan yang abadi
Tidakkah mereka berfikir akan dirinya
Diri yang akan mereka bawa
Ke hadapan Tuhan
Manakala harapan terbesit
Tangisan sekujur tubuh pun keluar
Tapi ketika rembulan telah diberikan
Mereka balikkan dunia
Seperti dunia milik mereka
Tapi hati terkunci
Tak bisa menyadari
Sampai kapankah
Mata dapat menembus kegelapan
Hingga teriakan mautkah
Ada di hadapan
Mereka baru mau menyadarinya?
16 Desember 2010 pukul 01:45
Di ruang 2;Agama SMAN 35 Jakarta
No comments:
Post a Comment