Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Friday, 18 August 2017

Sosok Guru

Guru

Ialah sosok pengabdi yang terus membangun umat manusia. Mencerdaskan dan menyalahkan lampu peradaban. Tidak perlu waktu untuk berlari, dunia akan selalu berada dalam jemarinya. Tintanya selalu basah dalam untaian nasihat penuh krama. Matanya selalu terpancar cahaya optimis bagi yang memandangnya. Ia adalah engkau, wahai guru.

Guru, menderma penghidupan bagi yang didiknya. Menjadi lampu penerang bagi gelapnya akal pikiran yang tak terhuni pengetahuan. Menjelma 'tangan Allah untuk menunjukkan ke jalan yang lebiih mulia, lebih bermartabat. Ia bagai sumber air bagi setiap jiwa yang haus untuk menjadi tahu. Ia bagai bumi bagi setiap didikan, yang akhirnya menemukan diri mereka sendiri.

Tanpa pengetahuan kita terlahir di dunia ini. Jangankan huruf dan angka, sumber makanan pun tidak tahu berada dimana. Jauh sekali tentang perkalian, teori, model, analisis, dan lainnya. We were borned without any knowladge. Its's the simple thing that always be remembered to anyone.

Guru, tempat yang paling menyenangkan untuk dapat menggali ilmu pengetahuan. Tempat yang paling berkesan untuk bertukar fikiran dan segala ide yang cemerlang untuk masa depan.
Guru, tempat yang paling membuat nyaman bagi indera pemikiran, sebab ia adalah taman penuh bunga dengan pesona yang mengagumkan. Dan guru adalah tonggak peradaban. Dari ialah peradaban hidup yang terang benderang akan bersinar.

Kita, tiada arti tanpa harkat guru yang telah melekat pada sejarah hari hari kita di belakang. Allah, RasulNya, Sahabat nabi, mama, ayah, kakak, keluarga besar, seluruh guru sekolah, dan teman teman baik di sekitar adalah guru. Tak semua menjabat sebagai guru, tapi didikan mereka telah banyak membentuk diri diri kita yang dahulunya -borned without any knowladge- .
23:57
17 agustus 2017

No comments: