Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Wednesday, 30 August 2017

Pemuda dan Bunga Mawar

Pagi ini seorang pemuda hendak melajukan sepeda motornya ke pasar kembang. Ia berniat untuk membawa pulang serangkai bunga mawar. Dijajakinya pasar kembang rawa belong. Satu demi satu pedagang didatanginya, hingga akhirnya bertemu dengan bapak bertopi penjual bunga mawar.

Banyak warna bunga mawar yang tersedia di ember ember kecil. Setiap bunga mawar dikelompokkan berdasarkan warnanya. Merah, putih, merah jambu, kuning, biru, dan krem. Ada juga ember lain yang dalam satu ikatan terdapat banyak bunga mawar dengan beraneka warna.

Pilih memilih pun dimulai..
Pemuda : Harganya berapa pak?
Bapak bertopi : 30 ribu isinya 20 bunga mawar mas.
Pemuda : Berapa pasnya pak?
Bapak bertopi : 25 ribu
Pemuda : Bagusan yang putih atau yang campuran ya pak? 
Bapak bertopi : Buat siapa mas? Pacar ya? 
Pemuda : Bukan pak, buat ibu.
Bapak bertopi : Kalau buat ibu ibu, bagusnya yang campuran. Ibunya ulang tahun mas? 
Pemuda : Engga pak.
Bapak bertopi : Ohhh, hari ibu ya sekarang? 
Pemuda : Engga juga pak.
Bapak bertopi : Jadinya untuk apa?
Pemuda : Kepengen nyenengin ibu saya aja pak.
Bapak bertopi : (tersenyum)

Banyak cara untuk menyenangkan seorang ibu. Salah satunya dengan membelikan bunga dan meletakkannya di kamar ibu. Tidak perlu menunggu hari ulang tahunnya ataupun hari ibu. Hal kecil memang. Namun sulit untuk dikatakan bahwa ibu akan mengganggapnya hal yang remeh. Justru akan sebaliknya. Mau bukti? Coba aja dipraktikkan ke ibu masing masing ya. Selamat mencoba.

Kemanggisan, Jakarta.
30 Agustus 2017
22:35

No comments: