Tak dapat kuperjelas dengan suara lantang
Berisi seluruh makna yang sulit didefinisikan
Mengisi setiap saluran dalam aliran tubuh
Menghangatkan setiap sendi saat bersamamu
Sulit untuk mengeluarkan embun-embun kasih sayang
Yang terkubur direlung hatiku
Sulit untuk terus memegang erat kedua tanganmu
Agar selalu dekat denganku
Bumi yang terus berputar
Waktu yang terus bergulir
Angin yang terus berhembus
Dan air yang terus mengalir
Mereka adalah mata tajam
Yang mencatat setiap tapakan langkahku
Dalam membaitkan rasa untukmu
Bukan aku merasa kau hina
Bukan aku merasa lebih baik darimu
Tetapi lisanku tak selembut yang kau harapkan
Hatiku tak semurni yang kau dambakan
Mungkin,
Diam
Diam
Adalah bahasaku yang terakhir
Diam
Adalah pilihanku untuk mengubur kembali
Gumpalan perasaan
Yang tak akan kau mengerti
9:12 am
January, 29th 2014
In my room, alone
No comments:
Post a Comment