Gerai rumput di padang tandus
Berkibar panji dalam
gelegak jiwa
Sekuntum kata
bermekaran
Bak pasir putih dalam
naungan pantai permadani
Jikalau ranting menusuk
kaki
Tak risaukan darah yang
menetes
Tak hilangkan tekad dalam
jiwa yang bersemi
Menuju satu matahari
Di ujung Arssy
Bukan permainan lakon
dalam dunia surgawi
Hentakkan kaki
terdengar hingga langit tertingggi
Awan menatap bumi
Memancarkan kilauan nan
hakiki
Meniti jalan menuju ilahi
Pacuan kuda di lahan
gahar
Memandukannya dengan
kobaran dakwah
Penebar seribu rahmat
Menjadi halilintar
pembawa keselamatan
Jurang – jurang kotor
Memaki ribuan kali
Mempertanyakan haluan
hijau di setiap lembah yang terhampar
Menjadikan mutiara
menjadi untaian yang tak berarti
Pelupuk mata hempaskan
air mata
Meneteskan setiap
harapan yang tertanam dalam lapangnya hati
Mengkisahkan ribuan
emas yang lebur dengan waktu
Tetaplah tegak wahai
pengobar panji
Tetaplah berdiri
meluruskan barisan
Membirukan langit
dengan keesaan Allah
Tancapkan kuat dengan
penuh rahmat
Hingga menjulang tinggi
bendera illahi rabbi
11/6/13
Puisi ini saya kirimkan ke IKMT IPB dalam perlombaan puisi, tetapi belum berhasil
No comments:
Post a Comment