Lebih dari jaringan dalam tubuhku
Labih dari mata yang terbuka ke segala arah
Lebih dari sungai yang mengalirkan air dengan deras
Lebih dari gunung yang menjadi tiang bumi
Labih dari hutan sebagai paru - paru dunia
Lebih dari cakrawala yang terbentang dari ufuk timur hingga
barat
Lebih dari sawah hijau penuh embun di awal fajar menyingsing
Itulah derap langkah kau ibuku
Begitu berarti dalam setiap bait waktu
Yang terbalut dengan penuh kasih sayang
Pelukkanmu selalu terniang dalam batinku
Terlukis dalam setiap memori
Mengkutubkan setiap aliran darahku
Untuk menujumu selalu
Ibuku
********
Untuk mamaku tersayang
Yang selalu merangkai ku dan kakakku
Menjadi sebatang bunga melati yang bermekaran
Dalam terang-redup warna-warni dunia
8:14 PM
11/1/2013
Di atas kasur tingkat asrama A5 TPB IPB kamar 114
putri dan Rosita sedang menonton film ibu sebagai hiburan selesai UTS minggu ini, yang akan disusul Mata kuliah Pegantar Ilmu Pertanian dan Pendidikan Agama Islam di hari Senin
Metta sedang pulang ke rumahnya di Bogor, tidak terlalu jauh dari IPB
Saya yang sedang mengeksplorasi berbagai kata sebgai hiburan bagi diri saya sendiri, disamping rindu mama di rumah. Yah, lebih baik saya jadikan satu saja ^^
I’m longing for my mom
love you <3
putri dan Rosita sedang menonton film ibu sebagai hiburan selesai UTS minggu ini, yang akan disusul Mata kuliah Pegantar Ilmu Pertanian dan Pendidikan Agama Islam di hari Senin
Metta sedang pulang ke rumahnya di Bogor, tidak terlalu jauh dari IPB
Saya yang sedang mengeksplorasi berbagai kata sebgai hiburan bagi diri saya sendiri, disamping rindu mama di rumah. Yah, lebih baik saya jadikan satu saja ^^
I’m longing for my mom
love you <3
No comments:
Post a Comment