Featured post
KURANG DARI 50 TAHUN
Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...
Friday, 26 May 2017
Menguatkan Iman di Negeri Matahari
The Main Objective
Wednesday, 17 May 2017
Ekonomi Islam Bicara
Pembubuhan kata "menyempurnakan" akan membuka jendela ekonomi islam yang lebih luas. Bentangan cakrawalanya akan melampaui riba-gharar-maysir. Ia adalah penerang untuk dapat memecahkan masalah transaksi dan segala aktivitas ekonomi umat islam. Memuat terang benderang yang dahulunya gelap tak bercahaya.
Suara ekonomi islam dapat menyentuh berbagai sudut ekonomi umat ini. Mulai dari hal hal yang kecil hingga mencakup makro dan kebijakan ekonomi. Kasus ojek online, aktivitas penjualan rokok, pungutan liar di lembaga pemerintahan dan pemasyarakatan, reklamasi pantai utara jakarta, pembagunan kota dan desa, serta banyak hal lainnya. Kehadiran ekonomi islam idealnya dapat menjadi pintu yang dicari oleh banyak masyarakat. Dengan kunci adil berlandaskan maslahah, diharapkan ekonomi masyarakat akan menjadi lebih menawan.
0:23 AM
16 Mei 2017
Di atas tempat tidur asrama, Asrama putri dramaga.
Kadang
Hingga tak mampu untuk menembus cahaya kebenaran ilahi
Terbius dengan fana yang memeluk diri
Tiada sadar bahwa pundak sedang dicocok oleh panah api
Untuk menuju tempat hina yang terlaknati
Kadang telinga ini tersumbat lelehan besi panas
Tak nyaman mendengar siraman air surga
Tak sampai azan mengetuk ruang hati melalui saluran pendengaran
Bagai cantelan yang tak lebih bernilai dari tanah tak subur
Apa mungkin lagi dibilang "kadang" ?
Saat nanti Sang penebar syafaat memanggil, ummati.. Ummati...
Yakinkah mata dapat melihat dan telinga dapat mendengar seruan itu ?
Yogyakarta, 11 Mei 2017
13:00
Dalam perjalanan ke UGM dari tempat penginapan (Asrama Haji Yogyakarta)
Usaha Terbaik (?)
10 menit lalu, seorang lelaki paruh baya menjajahkan dagangannya. Ia menawarkan lampu hemat energi dengan berbagai keunggulannya: lampu lebih terang, harga lebih hemat, terbuat dari plastik sehingga tidak mudah pecah, dan umur yang lebih tahan lama. Sepuluh ribu rupiah berhasil ia genggam dari seorang penumpang yang membeli lampu tersebut.
Keberpulangan penjual lampu disambut dengan pengamen yang menjadi perhatian penumpang. Dari bagian depan bus, ia menyajikan lagu untuk menarik hati orang-orang di dalam bus. Beberapa orang merogoh tas dan sakunya, mengambil beberapa receh rupiah untuk diulurkan ke bungkus permen mentos yang disodorkan oleh pengamen.
Senyum pun terkikis indah melihat keduanya. Aku ingat tadi siang, saat aku mendatangi sebuah kantor bank syariah. Hampir 2 jam aku menunggu, dan akhirnya pertemuan yang dinanti pun tiba. Berselang 5 menit, seorang bapak berkacamata menjelaskan bahwa proposal dan kuisioner yang telah aku serahkan 2 minggu lalu ditolak. Ini kali ketiga aku datang ke sana. Ternyata Allah ingin tahu apakah aku masih sempat mengernyitkan senyum dan melapangkan hati.
Bukan hakikat apa yang kita peroleh dari usaha usaha kita. Setiap orang punya tingkatan usahanya. Sungguh Allah tersenyum saat hamba hambanya melakukan usaha yang terbaik. Pilihlah jalan yang lebih baik seperti halnya satu dari dua orang tokoh di atas bus ini. Bukan aku tak percaya bahwa hasil tidak akan menghianati usaha. Tapi aku lebih percaya bahwa titik mata Allah ada pada juang kita melakukan usaha dalam kehidupan kita.
16:24
17 Mei 2017
Selesai ditulis saat bus melintas di daerah sekitar monas, depan kementerian pertahanan.
Sunday, 7 May 2017
Kata Rembulan
Aku, rembulan
Tersiul kabar aku jadi bunga
Keindahnnya dipuji banyak insan
Terkagum merekahkah lisan dengan mutiara
Dipandangi aku setiap malam
Dengan sungingan senyum yang mencuatkan lesung pipi
"Betapa menawan", ukiran kata mereka terpahat tentang diriku
Aku, rembulan
Berbentuk lingkaran tak sempurna
Sisi kanan ke kiri, sisi kiri ke kanan
Tak mulus permukaannku
Banyak batu dan kerikil
Lubang kecil dan besar menjadi tubuhku
Saat gersang melanda, bagai kebakaran hutan wajahku
Panas, memerah
Saat badai salju menyeruak, aku bagai alat pendingin yang mematikan
Begitu dingin, membeku
Aku, rembulan
Rembulan yang orang orang mengakui keindahannya
Dan aku juga rembulan
Rembulan yang tak seindah diakui orang-orang
16:14
Jumat, 5 Mei 2017
Di KRL menuju bogor, habis ke bni syariah, jakarta untuk ambil data untuk skripsi.
Puisi ini adalah tentang dua sisi. Dua sisi yang dimiliki oleh setiap manusia. Baik dan buruk. Tidak ada yang hanya punya baik dan baik.
Tuesday, 2 May 2017
[Sedikit] Mengenal Ekonomi Islam
Ada sistem yang sempurna, yang membaitkan aturan aturan sang khalik secara komprehensif. Sebagian orang mengenal ibadah sebagai rutinitas di dalam rumah ibadah, sehingga pandangan seperti mempersempit ruang agama dalam kehidupan manusia yang sangat luas.
Tapi, mari kita menyulutkan lilin di tengah kegelapan, memberikan sinar bahwasanya ruang agama itu luas, tidak sebatas pada aktivitas pribadi kepada yang berhubungan langsung dengan Zat yang Maha Kuasa.
Adalah Islam, yang mengatur tata hubungan vertikal dan horizontal dengan begitu elegannya di tengah tengah kehidupan manusia. Karena pada dasarnya agama Islam memiliki dimensi yang sangat lapang. Tidak hanya tentang mengingat sang pencipta kita, tapi juga menjelmakan apa yang Dia terangkan dalam kitab mengenai hubungan antara satu manusia dengan yang lainnya. Peraturan pada hakikatnya bukanlah untuk mengekang, sama sekali tidak. Ia adalah bentuk kasih sayang Allah kepada para hambanya agar dapat terarah dalam menyelami pelayaran kehidupan dunia ini.
Mengislamisasi ekonomi. Bukan berarti its only for muslim. Bukan berarti hanya untuk yang punya iman tebal. Ekonomi adalah kegiatan dasar yang pasti dilakukan oleh semua orang. Setiap yang ingin bertahan hidup, pastilah melakukan aktivitas ekonomi. Karena aktivitas ini yang memiliki sifat mendasar pada kehidupan manusia, sangat disayangkan bila ada suatu sistem terbaik, tapi melewatkan dimensi ini untum diberi pengaturan di dalamnya.
Sempurna, berarti menyeluruh. Sempurna berarti tidak melewatkan satu bagian pun. Sempurna berarti detail detail telah terisi penuh dengan nilai. Itulah nafas Islam. Hebat bukan ?
Ekonomi hakikatnya bukan semata untuk memperoleh keuntungan. Ekonomi adalah jalan untuk mendistribusikan karunia Allah dengan seadil adilnya, agar kesejahteraan dapat menjadi hembusan nafas bagi banyak orang. Persis seperti sila terakhir dari pancasila yaa.
19:39
2 May 2017
Di KRL, sedang di st. Cawang
Bogor - jakarta
You and Me
Aku dan kamu
Kita saling bertanya tentang pertemuan itu
Tentang akhir dari jalan kesendirian kita
Aku dan kamu
Kita saling bertanya tentang rembulan yang kelak hadir di langit hati kita
Tentang mentari yang selalu mendekap walaupun gurita gelap menyapa
Aku dan kamu
Kita saling bertanya tentang nama yang tertulis dalam kitab lauh mahfudz
Tentang siapa yanh Allah takdirkan ketika masih 4 bulan dalam ruang yang begitu hangat penuh kedamaian
Aku dan kamu
Mungkin tak pernah saling kenal
Tak pernah tahu satu sama lain
Tapi bila Allah berkendak bertemu,
Bahkan samudra bukanlah penghalang
Bahkan mawar merah pun tahu kemana ia akan diberi
Aku dan kamu
Aku yang benar benar aku, tanpa kamu tahu ukiran nama di belakang "aku"
Kamu yang benar benar kamu, tanpa aku tahu ukiran nama di belakang "kamu"
Tak perlu berusaha untuk mengira
Tak perlu jua menunjuk semesta untuk memberikan isyarat
Waktu akan datang dengan tepat
Waktu akan berkumandang bila memang harinya datang
Biarlah menuju sang maha cinta saja seharusnya hati hati kita bermuara
2 May 2017
20:10
KRL
Mau masuk ke st. Tanah abang