Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Tuesday, 2 May 2017

[Sedikit] Mengenal Ekonomi Islam

Ada sistem yang sempurna, yang membaitkan aturan aturan sang khalik secara komprehensif. Sebagian orang mengenal ibadah sebagai rutinitas di dalam rumah ibadah, sehingga pandangan seperti mempersempit ruang agama dalam kehidupan manusia yang sangat luas.
Tapi, mari kita menyulutkan lilin di tengah kegelapan, memberikan sinar bahwasanya ruang agama itu luas, tidak sebatas pada aktivitas pribadi kepada yang berhubungan langsung dengan Zat yang Maha Kuasa.

Adalah Islam, yang mengatur tata hubungan vertikal dan horizontal dengan begitu elegannya di tengah tengah kehidupan manusia. Karena pada dasarnya agama Islam memiliki dimensi yang sangat lapang. Tidak hanya tentang mengingat sang pencipta kita, tapi juga menjelmakan apa yang Dia terangkan dalam kitab mengenai hubungan antara satu manusia dengan yang lainnya. Peraturan pada hakikatnya bukanlah untuk mengekang, sama sekali tidak. Ia adalah bentuk kasih sayang Allah kepada para hambanya agar dapat terarah dalam menyelami pelayaran kehidupan dunia ini.

Mengislamisasi ekonomi. Bukan berarti its only for muslim. Bukan berarti hanya untuk yang punya iman tebal. Ekonomi adalah kegiatan dasar yang pasti dilakukan oleh semua orang. Setiap yang ingin bertahan hidup, pastilah melakukan aktivitas ekonomi. Karena aktivitas ini yang memiliki sifat mendasar pada kehidupan manusia, sangat disayangkan bila ada suatu sistem terbaik, tapi melewatkan dimensi ini untum diberi pengaturan di dalamnya.

Sempurna, berarti menyeluruh. Sempurna berarti tidak melewatkan satu bagian pun. Sempurna berarti detail detail telah terisi penuh dengan nilai. Itulah nafas Islam. Hebat bukan ?

Ekonomi hakikatnya bukan semata untuk memperoleh keuntungan. Ekonomi adalah jalan untuk mendistribusikan karunia Allah dengan seadil adilnya, agar kesejahteraan dapat menjadi hembusan nafas bagi banyak orang. Persis seperti sila terakhir dari pancasila yaa.

19:39
2 May 2017
Di KRL, sedang di st. Cawang
Bogor - jakarta


No comments: