Perjalanan hidup ini sejatinya akan bermuara pada satu
tujuan yang hakiki. Tujuan yang menjadi dasar atas keberadaan kita di semesta
ini dan tujuan yang menjadi arah kemana kita setelah menjelah di alam raya ini.
Sayangnya jagat dunia ini memang unik. Ia membiaskan banyak jalan dari satu
jalan yang seharusnya dipilih dan dilalui untuk kemudian menyelesaikan fase
hidup ini dengan baik.
Seperti halnya dalam surat Al-Mulk, sang pencipta diri diri
kita menghendaki adanya mati dan hidup untuk menguji siapa diantara manusia
yang lebih baik amalnya. “untuk menguji”. Analoginya sederhana, yaitu ujian
yang biasa kita dapatkan dari sejak memakai rok atau celana merah hingga jas
almamater, ujian pilihan berganda. Dari 3, 4, atau 5 yang ditawarkan hanya ada
1 jawaban terbaik, jawaban yang benar, jawaban yang tepat, dan itulah yang
sesungguhnya cari.
Menjadi, cerdas, kaya, popular, penguasa, cantik/ganteng dan
servant to Allah adalah beberapa dari
banyak opsion jalan yang dipilih mengenai
pencarian arti sesunguhnya dalam hidup ini. Satu yang menjadi titik utama, “The Main Objective”. Apakah sungguh kesempatan
besar dan berharga menjadi seorang manusia di bumi, yang dahulunya tiada sama
sekali ada, hanya untuk menjadi yang terbaik secara subjektif dihadapan para
manusia lainnya yang juga sama sekali tak berarti. Tak bisa dijadikan sandaran.
Ada saatnya semua akan redup, semua akan diam, berganti, hilang, dan mati.
Layaknya melakukan sebuah riset, hidup ini pun harus
memiliki main objective yang akan
mengarahkan kita hingga menuju titik akhir, menyelesaikan fase hidup ini.
Jadi apa main objective untuk hidupmu ?
Jogjakarta, 11 May 2017
No comments:
Post a Comment