Kadang mata ini diliputi pasir pasir besar
Hingga tak mampu untuk menembus cahaya kebenaran ilahi
Terbius dengan fana yang memeluk diri
Tiada sadar bahwa pundak sedang dicocok oleh panah api
Untuk menuju tempat hina yang terlaknati
Kadang telinga ini tersumbat lelehan besi panas
Tak nyaman mendengar siraman air surga
Tak sampai azan mengetuk ruang hati melalui saluran pendengaran
Bagai cantelan yang tak lebih bernilai dari tanah tak subur
Apa mungkin lagi dibilang "kadang" ?
Saat nanti Sang penebar syafaat memanggil, ummati.. Ummati...
Yakinkah mata dapat melihat dan telinga dapat mendengar seruan itu ?
Yogyakarta, 11 Mei 2017
13:00
Dalam perjalanan ke UGM dari tempat penginapan (Asrama Haji Yogyakarta)
Hingga tak mampu untuk menembus cahaya kebenaran ilahi
Terbius dengan fana yang memeluk diri
Tiada sadar bahwa pundak sedang dicocok oleh panah api
Untuk menuju tempat hina yang terlaknati
Kadang telinga ini tersumbat lelehan besi panas
Tak nyaman mendengar siraman air surga
Tak sampai azan mengetuk ruang hati melalui saluran pendengaran
Bagai cantelan yang tak lebih bernilai dari tanah tak subur
Apa mungkin lagi dibilang "kadang" ?
Saat nanti Sang penebar syafaat memanggil, ummati.. Ummati...
Yakinkah mata dapat melihat dan telinga dapat mendengar seruan itu ?
Yogyakarta, 11 Mei 2017
13:00
Dalam perjalanan ke UGM dari tempat penginapan (Asrama Haji Yogyakarta)
No comments:
Post a Comment