Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Wednesday, 17 May 2017

Kadang

Kadang mata ini diliputi pasir pasir besar
Hingga tak mampu untuk menembus cahaya kebenaran ilahi
Terbius dengan fana yang memeluk diri
Tiada sadar bahwa pundak sedang dicocok oleh panah api
Untuk menuju tempat hina yang terlaknati

Kadang telinga ini tersumbat lelehan besi panas
Tak nyaman mendengar siraman air surga
Tak sampai azan mengetuk ruang hati melalui saluran pendengaran
Bagai cantelan yang tak lebih bernilai dari tanah tak subur

Apa mungkin lagi dibilang "kadang" ?
Saat nanti Sang penebar syafaat memanggil, ummati.. Ummati...
Yakinkah mata dapat melihat dan telinga dapat mendengar seruan itu ?

Yogyakarta, 11 Mei 2017
13:00
Dalam perjalanan ke UGM dari tempat penginapan (Asrama Haji Yogyakarta)

No comments: