Featured post
KURANG DARI 50 TAHUN
Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...
Sunday, 13 August 2023
Membangun Brand Bisnis dan Spiritual Company
Bisnis untuk Pemula ala Aang Permana
Saturday, 22 July 2023
Tafsir Surat Terpendek Tapi Padat Makna; Al-Asr
Artikel 05
Tafsir Al-‘Asr
Demi waktu/ masa. Sesungguhnya semua manusia itu berada dalam kerugian. KENAPA? Karena banyak orang yang tidak bisa mengelola dan memanfaatkan waktunya dengan baik. Kecuali orang-orang yang menasehati dalam kebenaran/kebaikan dan kesabaran. Arti kata saling menesehati adalah 2 arah, bukan stagnan 1 arah. Setiap manusia pasti punya salah. Tidaklah baik memiliki ego dan kesombongan diri sehingga sulit untuk menerima nasihat dari orang lain. Maka inilah arti saling menesahati. Ada kalanya siap untuk memberikan nasehat, ada kalanya siap untuk mendapatkan nasehat.
Kemudian, dalam surat Al-‘Asr ini yang Allah inginkan dari diri kita semua sebagai bekal untuk menguji kadar keimanan dan ketaqwaan adalah Sabar. Sabar pula yang menjadi hadiah terbaik untuk kita bawa pulang ke negeri kekal akhirat kelak. Sabar ini pula yang menjadi salah satu pemberat amal kebaikan kala masa pertimbangan amal telah tiba. Sabar adalah jalan sulit yang ditempuh oleh para rasul dan para anbiya lainnya. Bahkan Allah menginginkan kita untuk bersabar kala memberikan nasehat. Nabi yunus dimakan ikan hiu sebagai pengingat baginya untuk bersabar kala memberikan nasehat/dakwah kepada kaumnya. Sebab kala itu nabi Yunus meninggalkan kaumnya dan tidak bersabar dalam berdakwah/ memberikan nasehat. Beliau pergi meninggalkan kaumnya, padahal itu bukanlah perintah Allah. Oleh karena itu, sabar dalam menasehati menjadi ujian banyak jejak sejarah terbaik dari para teladan kita.
Menurut hadis Rasulullah SAW, apabila ada 2 orang sahabat rasulullah berpisah, salah satu diantaranya akan membacakan surat al ashar, dan diakhiri dengan memberikan salam. Adalah Abdullah bin Amr bertanya kepada Musailamah bin Khazab, “Apa yang turun selama periode waktu ini?” Kemudian Musailamah menjawab, “Ini adalah surat yang pendek tapi padat.” Ialah Surat Al-Asr, surat terpendek dalam Al-Qur’an, namun mengandung makna dan nasihat yang sangat luar biasa.
Surat Al-‘Asr ini menjadi nasehat yang kemudian dirangkum menjadi “Ingat 5 hal, sebelum datang 5 hal lainnya”. Banyak orang yang terlalu memudah-mudahkan, mengulur waktu, dan tidak menyegerakan diri untuk mengerjakan banyak hal. Seperti, ngajinya nanti aja kalau sudah pensiun. Belajar tahsinnya nanti saja kalau anak sudah besar, beramal nanti kalau sudah ada waktu, maka dari itu manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara. Ada juga yang sudah mampu berhaji, ah nanti saja deh. Mereka suka menunda sesuatu yang padahal waktu nanti itu tidak pasti.
Ini surat yang pendek, tapi mengingatkan kita banyak hal. Kita diingatkan untuk senantiasa bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Yang paling bahaya adalah orang yang punya banyak waktu luang, tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.
Gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, justu inilah waktunya untuk banyak beramal saat masih muda. Tapi kalau sudah tua, justru menjadi terbatas saat beramal. Shalat rukuk susah, kena air dingin, mau dakwah jalan jauh tidak bisa, kena struk, dll. Maka kita tidak boleh menunda-nunda niat, kalau sudah ada. Segerakanlah. Namanya kebaikan jangan ditunda-tunda harus sesegera mungkin dilaksanakan.
Gunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu. Masalah hutang puasa segerakan, jangan ditunda tunda.
Masa kaya sebelum masa sempit datang. Kalau mau sedekah, now! Jangan menunda nunda bulan depan.
Masa waktu luang sebelum datang waktu sempit. Kita akan masuk ke dalam 1 kondisi, di mana sibuk sekali. Khawatir masa ini datang tiba tiba, maka pergunakanlah waktu luang kita dengan sebaik baiknya, manfaatkan sebaik mungkin. Karena saat sibuk datang, akan lebih sedikit hal yang bisa kita lakukan.
Gunakalah hidupmu sebelum matimu. Waktu itu terbatas. Kehidupan kita ini punya batas. Adanya garis finishnya. Ada kata selesainya. Sebelum selesai, mari kita isi dengan bekal bekal kebaikan yang ingin kita bawa ke hadapan Allah SWT.
Tiga Keadaan Hati Manusia
Hati (Qolbun) menurut Ibnu Qoyyim terdiri dari 3;
1. Qolbun Salim : bersih dari semua syahwat yang mneyebabkan kita jauh dari perintah Allah (setiap keingann kita kita kembalikan lagi ini dilarang atau tidak oleh Allah), syubhat (menjauhi dari yang abu-abu), hatinya ikhlas, dan hanya menghambakan diri kepada Allah. Bersih dari syirik dan mengikhlaskan semua ibadah, tau bah, rodja pengharapan, takut semuanya hanya kepada Allah.Meimiliki rasa merendahkan diri (bdun), khosyah (takut ketika kita melakukan sesuatu Allah tidak menerima amalan kita), rodja (mengharapkan semua doa kita diterima oleh Allah). Ujian ujian datang, kadang menyalahkan Allah, orang lain, marah, inilah yang tidak lulus ujian. Selesai 1 alah, datang 1 masalah lagi inilah kedidupan.
2. Qoulbun Mayyit : hati yang mati, mengikuti semua keinginannya. Hati manusia ini banyak keinginan, kemudian mesti dipertimbangkan, apakah baik menurut Allah atau tidak. Dan kacamta yang dipakai adalah kaca mata allah, kaca mata akhirat.hawa nafsu membuat hati menjadi buta, dan di akhiran akan diadzab. Hati yang mati itu tidak mendadak. Pertama membuat dosa 1 terus mermasa bersalah, kemduain terus melakukan apa apa merasa biasa apaa, hatinya lumpuh, tidak mau mendenarkan kebaikan, mata dan hati,dan telinga tertutup, dosa yang berulang-ulang. Dosa yang dianggap kecil, akhirnya menjasdi mematikan hati
3. Qolbun Marriyu: Ketika kita beribadah maka itu dapat menyebuhkan sakit yang ada di hati kita. Tapi kalau nafsu dan cinta dunia, jabatan, harta terlalu berlebihan, dengki, takabur, bangga diri, sombong, ini yang dapat menyeb abkan penyakit hati. Kalau dibiarkan, maka akan membuat hati menjadi hitam. Titk hitam ini lama kelamaan akan menjadi hitam dan menutupi. Ketika hati menjadi sakit (marriyu) bisa kembali lagi menjadi sehat dengan menjalankan perintah perintah Allah.