Featured post

KURANG DARI 50 TAHUN

Aku terbangun di pagi hari Memasuki lentera baru, lensa baru, harapan baru Pelupuk mataku yang lemah begitu berat untuk disingsingkan Te...

Sunday, 13 August 2023

Membangun Brand Bisnis dan Spiritual Company

Artikel 07
Belajar bisnis sekarang lebih mudah via online. Tinggal kita mau belajar dan rajin cari ilmunya.

Dulu, Jodi buat kaos partai tahun 1997 beliau belajar saat itu partai lagi banyak banyaknya. Biasanya partai pada berantem. Dibuatlah ide desain yang menghibur untuk meredam perpecahan. Beliau buka usaha itu selalu tanpa modal banyak. Seadanya yang beliau punya. Mau jualan parcel, beliau akan hanya beli kue 1, sirup 1. Beliau engga punya modal banyak, Tapi Beliau Punya banyak Ide. Di mana ada peluang bisnis di situ beliau akan mencoba masuk. Kalau kaos Itu adalah usaha musiman. Usaha kalau musiman, tidak lama waktunya. ATM itu penting sekiali. Jangan plek plek.
Orang tua beliau pernah membuka usaha steak obonk (kelasnya menengah dan menengah ke atas). Mahasiswa itu pada tidak datang, karena harganya tinggi. Maka ada peluang, untuk membuka usaha steak yang harganya affordable untuk mahasiswa. Coba lihat, peluanganya ada engga ya?

Kenapa namanya brandnya waroenk? Untuk menunjukkan harga yang terjangkau. Kenapa steak and shake? Karena itu jadi spesifikasi untuk menjangkau anak-anak muda. Modal membangun Waroeng steak and shake itu 7 jt untuk sewa rumah yang juga dijaikan tempat usaha. Dan motor saya dijual untuk memutar penjualan. Yg lebih penting adalah effortnya. Beliau bertugas masak dan nyiapin hot plate. Istrinya di kasir. Saat itu tidak ada pemodal lain, kecuali beliau dan istri beliau.

Nama brandnya sudah ada, menunya sudah ada, semuanya sudah ada. Kursi itu kursi plastik, tidak berani beli kursi yang mahal. Hal yang palng utama dalam merintis bisnis adalah membangun brand. Kalau brand sudah nancep, jalan ke depannya enak. Semua butuh proses yang tidak instan. Ini butuh perjuangan selama 23 tahun. Jaman dulu, mau promosi tidak ada uang. Itu tantangannya. Ramenya baru di tahun ke 2. Setelah itu baru kefikiran untuk buka cabang yg ke 2. Di tempat yang lebih besar, brandnya tercantap kuat, jadi lebih rame. Sampai cabang ke 7 warung steak and shake pas buka dimodalin oleh keluarga terdekat; ayah, ibu, paman, dll. Yang kemudian dicicil, uangnya dikembalikan. Pas lagi membangun brand, banyak bangget ujiannya. Tapi standarisasi produk dan pelayanan itu perlu. Bukan justru mengutamakan keuntungan dan mengesampingkan standar penjualan yang sudah baik.

Setiap tahun itu ada aja ujiannya. Semua takdir itu baik, meskipun tidak semuanya enak. Jangan pernah berhenti berdoa. Jadikan semuanya baik dengan kekuatan doa. yang membuat waroung steak and steak normal itu adalah kekuatahn doa. Ini menjadi spiritual company. Kita minta sama yang memberi rezeki. Dan mau dapat omset berapapun harus ditutup dengan rasa syukur.

Menyikapi kompetitor itu bukan sebagai musuh, tapi teman. Kita harus belajar dengan kompetitor. Ownernya harus belajar terus. Kita harus belajar gimana caranya jadi efisien. Jadi kita harus belajar terus. Ada kompetitior baru, kalau ada yg bagus kita pakai, lakukan apa yang dilakukan kompetiitor dan lakukan apa yang tidak dilakukan kompetitior.
Niatin kerja itu adalah ibadah. Uang itu akan datang. Beliau punya 2000 karyawan maka dijadikan itu sebagai 2000 kekuatan doa. Beliau punya 650 santri hafidz quran, maka dijadikan itu 650 kekuatan doa. Kalau punya anak anak didik pun, jadikan itu juga kekuatan doa. Banyakin lagi, besarin lagi. Jadikan lingkungan kita, mendoakan kita.

Bisnis dan Spiritual Ala Seorang Muslim
Jody Broto Suseno
Ahad/13/8/2023

Bisnis untuk Pemula ala Aang Permana

Artikel 06

Kenapa dulu Aang Permana tidak pakai digital marketing atau bangun-pabrik saat awal awal merintis bisnisnya?. Yang dilakukan saat itu pertama kalinya adalah action sebisanya. Kalau ada input, masukan langsung dilakukan. Jika belum bisa, maka akan ditulis jadi referensi, Someday akan digunakan di waktu yang tepat. Saat membuka awal bisnis, maka modal pun seadanya, goreng pakai penggorengan yang ada di dapur, tidak pelu harus bagus dan baru. Dalam menjualpun customer seketemunya. Semua itu dilakukan secara konsisten dan terus berkembang.

Bisnis itu sederhana ketika kita coba sederhanakan. Justru masalah adalah produk yang kita buat ternyata tidak diinginkan konsumen. Apakah bisnis yang kita bangun itu dibutuhkan oleh customer? Inilah yg disebut market fit. Kita punya produk dan kita tahu mau dijual ke siapa. Dan disanalah ketemu kecocokan. Misalkan, 1 inovasi yang membuat beras itu pulen. Dengan cara itu beras yang pera bisa jadi pulen. Ketika itu diaplikasikan di dalam bisnis cocok atau tidak, ini yg kita perlu uji dengan market fit. Ternyata, biaya tinggi sehingga harganya jadi lebih tinggi. Inovatif memang, tapi ini tidak fit. Ini akan membuat harga jual lebih mahal. Dan akhirnya tidak dibutuhkan oleh pasar (masyarakat).

Cara menetukan market fit : banyak dari kita yang fokusnya ke produk. Sehebat apapun produk yang kita buat, kalau konsumennya tidak perlu, tidak mau beli, akan percuma. Cara menetukan market fit: 1. Tentukan mau buat produknya apa, 2. Tentukan target marketnya dengan spesifik, jangan semua orang ya. Missal anak muda, sma, kuliahan, orang kota.. 3. Mereka maunya apa? Range spesifik harga, pelayannnya seperti apa, bisa ngumpul, harga <20k. 4. Kemudian buatlah konsep dan produk sesuai dengan keinginan market. 5. Lakukan survey/ tanya masukan, di awal awal, jangan terbuai dengan testimony untuk menguatkan produk kita. Dari pola fikir kita, pasti pingin dinilai yang bagus bagusnya. Namun justru ini akan membuat insight kita itu buruk. Testimoni biasanya kan yg bagus bagus, maka kita akan merasa sudah bagus. Nah kita harus sadar diri, kurang pas, jauh dari kualitas competitor, kita akan menganggap produk kiita sudah oke. Yg harus kita tanyakan, apa kekurangannya. 6. Evaluasi masukan market. Yg penting jangan merasa paling benar. Biasanya ego pengusaha itu tinggi. Enak itu menurut konsumen, bukan menurut kita. Caranya, kalau online bisa pakai google form. Kalau offline bisa langsung tanya. Hal yang paling dasar adalah pelayanan, ada masukan untuk produk kita kak?, jangan sungkan untuk bertanya. Tidak perlu yg ribet ribet. Tanya sesedehana mungkin, yang utamanya kita dapat informasi apa yang diinginkan konsumen.

Masa bisnis tidak sama dengan masa pertumbuhan bisnis kita. Bisa jadi tumbuhnya cuma sebentar, sisanya hanya mengulang saja.

Bisnis itun ada tangganya. Setelah paham market kita siapa, maka kita naik ke operasional : desain, laporan keuangan. Kemudian, Managerial; delegasi tugas, mengatur orang. Setelah itu baru Scale up.
Tidak harus semua orang jadi pebisnis. Bisnis itu ribet, perlu tantangan. Setiap tangga dalam bisnis ada tangganya. Semakin besar bisnis kita, banyak sekali godaannya, pusing. Orang orang baru bisa menghargai pengusaha kalau gunung esnya kelihatan. Hati-hati jangan terlena, jangan terbuai.

Gimana cara bisnis di Desa? Usahanya di desa, jualannya di kota. “GO DIGITAL” Ketika kita punya niat yang baik, kita akan ketemu sama orang orang yang baik.
Punya value, goals, memakmurkan banyak orang. Secapek apapun teman teman akan terus berjuang.

Jadi bisnis itu gampang atau sulit? Bisnis itu sulit, perlu tantangan, kiia harus belajar, komunitas, kalau ada masalah, kita akan siap. Inilah jalan terjal penuh tantangan.
Berkembang itu bukan melulu harus nambah cabang, tapi dilihat dari apakah jumlah customer kita bertambah. Jangkau sebanyak banyaknya orang.

Pembagian profit:
30% reinvest
30% bisnis lainnya
30% bagi hasil
10% sosial

Dalam berbisnis kang Aang Permana punya doa “Ya allah berilah rizki sebanyak banyaknya, tapi jangan tingkatkan gaya hidup saya. Selama masih cukup pakai motor, motor saja.

Diambil dari Kelas Enterpreneur Masjid Nurul Ashri 12 Agustus

Saturday, 22 July 2023

Tafsir Surat Terpendek Tapi Padat Makna; Al-Asr

Artikel 05

Tafsir Al-‘Asr

 

Demi waktu/ masa. Sesungguhnya semua manusia itu berada dalam kerugian. KENAPA? Karena banyak orang yang tidak bisa mengelola dan memanfaatkan waktunya dengan baik. Kecuali orang-orang yang menasehati dalam kebenaran/kebaikan dan kesabaran. Arti kata saling menesehati adalah 2 arah, bukan stagnan 1 arah. Setiap manusia pasti punya salah. Tidaklah baik memiliki ego dan kesombongan diri sehingga sulit untuk menerima nasihat dari orang lain. Maka inilah arti saling menesahati. Ada kalanya siap untuk memberikan nasehat, ada kalanya siap untuk mendapatkan nasehat.

Kemudian, dalam surat Al-‘Asr ini yang Allah inginkan dari diri kita semua sebagai bekal untuk menguji kadar keimanan dan ketaqwaan adalah Sabar. Sabar pula yang menjadi hadiah terbaik untuk kita bawa pulang ke negeri kekal akhirat kelak. Sabar ini pula yang menjadi salah satu pemberat amal kebaikan kala masa pertimbangan amal telah tiba. Sabar adalah jalan sulit yang ditempuh oleh para rasul dan para anbiya lainnya. Bahkan Allah menginginkan kita untuk bersabar kala memberikan nasehat. Nabi yunus dimakan ikan hiu sebagai pengingat baginya untuk bersabar kala memberikan nasehat/dakwah kepada kaumnya. Sebab kala itu nabi Yunus meninggalkan kaumnya dan tidak bersabar dalam berdakwah/ memberikan nasehat. Beliau pergi meninggalkan kaumnya, padahal itu bukanlah perintah Allah. Oleh karena itu, sabar dalam menasehati menjadi ujian banyak jejak sejarah terbaik dari para teladan kita.

Menurut hadis Rasulullah SAW, apabila ada 2 orang sahabat rasulullah berpisah, salah satu diantaranya akan membacakan surat al ashar, dan diakhiri dengan memberikan salam. Adalah Abdullah bin Amr bertanya kepada Musailamah bin Khazab, “Apa yang turun selama periode waktu ini?”  Kemudian Musailamah menjawab, “Ini adalah surat yang pendek tapi padat.” Ialah Surat Al-Asr, surat terpendek dalam Al-Qur’an, namun mengandung makna dan nasihat yang sangat luar biasa.

Surat Al-‘Asr ini menjadi nasehat yang kemudian dirangkum menjadi “Ingat 5 hal, sebelum datang 5 hal lainnya”. Banyak orang yang terlalu memudah-mudahkan, mengulur waktu, dan tidak menyegerakan diri untuk mengerjakan banyak hal. Seperti, ngajinya nanti aja kalau sudah pensiun. Belajar tahsinnya nanti saja kalau anak sudah besar, beramal nanti kalau sudah ada waktu, maka dari itu manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara. Ada juga yang sudah mampu berhaji, ah nanti saja deh. Mereka suka menunda sesuatu yang padahal waktu nanti itu tidak pasti.

Ini surat yang pendek, tapi mengingatkan kita banyak hal. Kita diingatkan untuk senantiasa bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Yang paling bahaya adalah orang yang punya banyak waktu luang, tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, justu inilah waktunya untuk banyak beramal saat masih muda. Tapi kalau sudah tua, justru menjadi terbatas saat beramal. Shalat rukuk susah, kena air dingin, mau dakwah jalan jauh tidak bisa, kena struk, dll. Maka kita tidak boleh menunda-nunda niat, kalau sudah ada. Segerakanlah. Namanya kebaikan jangan ditunda-tunda harus sesegera mungkin dilaksanakan.

Gunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu. Masalah hutang puasa segerakan, jangan ditunda tunda.

Masa kaya sebelum masa sempit datang. Kalau mau sedekah, now! Jangan menunda nunda bulan depan.

Masa waktu luang sebelum datang waktu sempit. Kita akan masuk ke dalam 1 kondisi, di mana sibuk sekali. Khawatir masa ini datang tiba tiba, maka pergunakanlah waktu luang kita dengan sebaik baiknya, manfaatkan sebaik mungkin. Karena saat sibuk datang, akan lebih sedikit hal yang bisa kita lakukan.

Gunakalah hidupmu sebelum matimu. Waktu itu terbatas. Kehidupan kita ini punya batas. Adanya garis finishnya. Ada kata selesainya. Sebelum selesai, mari kita isi dengan bekal bekal kebaikan yang ingin kita bawa ke hadapan Allah SWT.

Tiga Keadaan Hati Manusia

Hati (Qolbun) menurut Ibnu Qoyyim terdiri dari 3;

1.       Qolbun Salim : bersih dari semua syahwat yang mneyebabkan kita jauh dari perintah Allah (setiap keingann kita kita kembalikan lagi ini dilarang atau tidak oleh Allah), syubhat (menjauhi dari yang abu-abu), hatinya ikhlas, dan hanya menghambakan diri kepada Allah. Bersih dari syirik dan mengikhlaskan semua ibadah, tau bah, rodja pengharapan, takut semuanya hanya kepada Allah.Meimiliki rasa merendahkan diri (bdun), khosyah (takut ketika kita melakukan sesuatu Allah tidak menerima amalan kita), rodja (mengharapkan semua doa kita diterima oleh Allah). Ujian ujian datang, kadang menyalahkan Allah, orang lain, marah, inilah yang tidak lulus ujian. Selesai 1 alah, datang 1 masalah lagi inilah kedidupan.

2.       Qoulbun Mayyit : hati yang mati, mengikuti semua keinginannya. Hati manusia ini banyak keinginan, kemudian mesti dipertimbangkan, apakah baik menurut Allah atau tidak. Dan kacamta yang dipakai adalah kaca mata allah, kaca mata akhirat.hawa nafsu membuat hati menjadi buta, dan di akhiran akan diadzab. Hati yang mati itu tidak mendadak. Pertama membuat dosa 1 terus mermasa bersalah, kemduain terus melakukan apa apa merasa biasa apaa, hatinya lumpuh, tidak mau mendenarkan kebaikan, mata dan hati,dan telinga tertutup, dosa yang berulang-ulang. Dosa yang dianggap kecil, akhirnya menjasdi mematikan hati

3.       Qolbun Marriyu: Ketika kita beribadah maka itu dapat menyebuhkan sakit yang ada di hati kita. Tapi kalau nafsu dan cinta dunia, jabatan, harta terlalu berlebihan, dengki, takabur, bangga diri, sombong, ini yang dapat menyeb abkan penyakit hati. Kalau dibiarkan, maka akan membuat hati menjadi hitam. Titk hitam ini lama kelamaan akan menjadi hitam dan menutupi. Ketika hati menjadi sakit (marriyu) bisa kembali lagi menjadi sehat dengan menjalankan perintah perintah Allah.

Sunday, 2 July 2023

Akar Permasalahan Kerusakan di Tengah Masyarakat

Artikel 03

Ada dua faktor utama yang akan mempengaruhi akhlak atau kepribadian anak, yakni 1). Keluarga sebagai pembawa genetik jasmaniyah dan rohaniyah melalui pewarisan gen dari orangtua langsung kepada anak anaknya. 2) Pembentukan melalui proses pendidikan dan kesabaran. Anak berapa pun usianya mempunyai kepribadian dan karakter yang mungkin berbeda dengan orangtuanya. Orangtua sebaiknya membuat rumah menjadi pusat ketenangan anak. Bila anak punya segudang masalah, namun ia mendapati ketenangan di dalam rumahnya, rumah akan selalu menjadi tempat kembalinya. Namun, jika tidak ia akan mencari ketenangan di luar. Inilah yang membahayakan dan banyak memberikan ancaman luar biasa terhadap ketahanan banyak keluarga.

Ibu sebagai sosok pertama yang membangun perguruan pendidikan untuk anak anaknya. Corak ibulah yang mewarnai pertama kali 'kertas putih' anak anaknya. Contohnya, nabi Musa AS yang menjadi sosok manusia besar, berhasil, sukses karena didikan ibunya. Selain itu, lingkungan yang agamis dan kondusif akan membentuk pribadi anak yang baik rohaninya.

Telah ada suri tauladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang orang yang bersamanya. Dari kisah hidup keluarga beliau, kita bisa mengambil ibroh besar bahwasanya akidah menjadi hal penting yang perlu kita tanamkan dan ajarkan terus kepada anak anak kita. Sebab akidah yang benar dan lurus akan menjadi akar kebaikan yang kuat yang terus tumbuh bersama anak dalam berbagai fase kehidupannya.

Di sisi lain, di negara kita maupun dunia, sering sekali terjadi bencana alam. Banyak peneliti yang mengungkapkan hal ini terjadi karena perubahan iklim global secara ekstrem. Sejumlah kepala negara dari berbagai benua hadir untuk melakukan pertemuan dan mengambil solusi banyak musibah/bencana alam yang terjadi.

Musibah (bencana, kemalangan) artinya adalah sesuatu yang menimpa/mengenai. Hujan bisa menimpa kita tapi itu baik. Tapi, tidak dengan bencana. Itu merupakan hal yang mengenai kita, tapi tidak baik karena menyebabkan banyak kecelakaan, kerugian, dan kerusakan di banyak bidang. Namun kita tahu, bahwasanya, dalam Al-Qur'an segala kerusakan yang terjadi di muka bumi, mulai dari bencana banjir, gempa bumi besar, gunung meletus, tanah longsong, erosi, tsunami, dll terjadi tak lain dan tak bukan karena ulah tangan manusia yang telah berbuat kerusakan di bumi maupun laut.

Padahal semua manusia tahu bahwa penebangan hutan akan menjadi banjir, erosi, yang menyebabkan tanah tak mampu mengikat air hujan. Inilah titik kritis masalahnya; Mereka tahu, tapi tidak mau mengamalkan ilmunya. Pengamalkan ilmu menjadi sesuatu hal yang sangat mengkhawatirkan. Banyak yang tidak takut tidak khawatir perbuatannya akan membuat kerusakan dan membuat orang lain menjadi rugi. Ilmu hanya sekedar formalitas telah mengikuti pembelajaran, namun ilmu tersebut tak kunjung ranum berbuah dan menghasilkan banyak kebermanfaatan.

Jika kita telaah lebih jauh, hal ini disebabkan jauhnya kita terhadap Al-Qur'an. Kini kebanyakan umat Islam tidak merasa memiliki Al Qur'an, jarang berinteraksi dengannya, tidak mengerti, tidak memahami, dan tidak pula mengamalkan. Maka dari semua akar permasalahan, berawal dari masyarakat kita yang tidak mau membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Qur'an.

Seorang pedagang akan jujur terhadap timbangannya, membuat kebaikan dalam perdagangannya, hal itu terjadi hanya jika mereka membaca, mempelajari, dan sungguh-sungguh mengamalkan Al Qur'an.
Dan seseorang tidak mudah marah, jika benar benar mempelajari dan mengamalkan Al Qur'an. Hatinya begitu tenang, lapang, dan mudah untuk menjalani segala ujian dalam hidup. Dan juga meyakini bahwasanya Allah senantiasa menjaga dan mengawasi setiap gerak gerik kita, paha hambanya.

Branding dalam Bisnis

Artikel 02

Brand banyak dipahami sebagai merk, logo, desain, warna, dan identitas fisik produk lainnya. Padahal lebih jauh dari itu, makna brand adalah suatu nilai/makna yang terkandung dalam suatu produk sehingga mampu menimbulkan ikatan emosi yang cukup kuat dari pebisnis kepada para customer.

Titik kritis brand terlelak pada seberapa besar produk bisnis kita mampu menciptakan nilai/makna, sehingga membuat para customer mampu mengingat dan memiliki kesan yang sangat baik saat menggunakan produk ataupun jasa bisnis kita.

Sebagai pebisnis, adalah sebuah tantangan untuk tidak hanya sekedar menjual belikan produk. Tidak hanya sekedar mentransaksikan produk/jasa dan mendapatkan omset penjualan. Namun, pebisnis dituntut lebih, yakni mampu untuk menemukan nilai/makna yang dicari konsumen pada produk-produk di pasaran. Tak sekedar rasa, kualitas, tata keindahan, jauh lebih dari itu pebisnis harus mampu menghadirkan makna yang membuat customer sulit untuk berpindah ke lain produk dan menjadi loyaliternya.

Nilai/makna itu bukan produk. Bukan sesuatu yang mampu diraba dan dilihat, namun bisa dirasakan melalui segala hal yang ada di dalam produk, maupun kebermanfaatannya. 
Nilai itu bersifat emosional.

Kalau produk merupakan tangible asset yang memberikan Physical Banefit maka Brand adalah Intangible Asset yang memberikan emosional benefit. Menjadi sesuatu yang dirindukan kala jauh, dicari ketika butuh, dan sulit untuk digantikan dengan produk merk lainnya yang sejenis.

Sunday, 25 June 2023

Seni Bergaul di Tengah Masyarakat

Artikel 01

Bergaul berarti memaksimalkan potensi dalam diri kita. Seni bergaul adalah bagian dari kemanusiaan. Adalah sebuah keniscayaan, kita sebagai makhluk sosial pasti butuh dan mesti bergaul dengan sesama. Sebab Allah menjadikan kita laki laki dan perempuan, berbangsa dan bersuku suku, di antaranya untuk saling mengenal. Dan yang terbaik dari kita adalah orang yang mengajak pada kebaikan, jalan taqwa. Pahamilah bahwa setiap diri kita mempunya potensi yang besar untuk mengajak orang lain kepada dakwah.

Allah menciptakan kita untuk saling mengenal, bukan untuk saling berhadap-hadapan. Konsep manusia adalah mad'u. Kalau tidak begitu, kita bawaannya akan kesal terus dengan orang lain. Sebutlah semuanya adalah mad'u.

Suatu metika Rasulullah SAW hendak menemani Aisyah pergi menghadiri undangan pernikahan salah satu kawannya, Rasulullah SAW melihat acara pernikahan ini sepi dari hiburan. Lalu beliau berkata, "Aisyah, bukankah kawanmu yg menikah ini adalah orang anshor yang terbiasa suka dengan syair, lagu, nyanyian dan hiburan lainnya?" Tak lama kemudian, Rasulullah membacakan syair untuk mengisi/menghidupkan acara tersebut. Dari potongan kisah bagian keseharian beliau tersebut, Rasulullah memberikan gambaran bahwa harus dekat dan tahu di mana kita berada. Bukan justru mengekslusifkan diri dari kebiasaan masyarakat kita berada, dengan catatan kebiasaan tersebut sejalan dengan koridor dan nafas Islam.

Rasulullah saat mendapatkan gelar Al-'amin; gelar masyhur yang diberikan oleh kafir Quraisy, bukan para umat mukmin. Dapat dibayangkan, berapa kaum kafir Quraisy pun yang menentang risalah Rasulullah kelak bersaksi bahwa Muhammad sungguh orang yang sangat terpercaya. Predikat tersebut beliau dapatkan dari cara pergaulan yang sangat baik dengan masyarakat Mekkah kala beliau muda, belum menikah, dan belum pula diangkat menjadi rasul. Itu adalah harga mahal dari hasil pergaulan yang sangat baik dengan orang orang di Mekkah, tanpa pandang suku dan kabilah.

Seseorang yang manfaatnya terasa di masyarakat, eksistensinya akan diakui. Jangan sampai secara je facto ada, tapi secara de jure kita tidak ada. Kita tidak hadir menjadi ruh, bagian yang benar benar hidup di tengah masyarakat.

Sekarang Islam dianggap asing oleh sesamanya sendiri. Bahkan bukan oleh orang di luar Islam. Namun sayangnya, banyak yang keliru mengartikan "Kaum Ghuroba".

Ghuroba adalah orang-orang yg senantiasa memperbaiki diri, maju ditengah tengah masyarakat untuk peduli dan berani memperbaikinya. Dokter kalau ada pasien sakit, maka dia maju, bukan mundur. Bertarung lah, berinteraksilah, dengan lawan-lawan kita yang terlihat ataupun tak kasat mata dengan berbagai niatan dan agenda-agenda tidak baik di belakangnya. Ghuroba juga berarti mereka yang senantiasa berusaha menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW dan mengajarinya ke orang lain.

Namun, perlu diwaspadai ketika kita berjuang untuk memperbaiki sebuah masyarakat, jangan melupakan tujuan utama agenda kita. Sebab semuanya mungkin akan terlupa bahkan berbelok, kecuali orang yang Allah rahmati.

Ikhtilat : bercampur baur dengan masyarakat. Boleh? Boleh, tapi harus kuat dengan fitnah fitnahnya.

Contoh apabila ada orang sholeh tinggal di Masjidil Haram, yang satu lagi tinggal di lokalisasi yang banyak haramnya. Mana yang lebih hebat di antara keduanya? Kalau di Masjidil Haram, daya godanya kurang. Atmosfernya akan membawa dia semakin Sholeh. Tapi di wilayah lain yg banyak haromnya, ia bisa tetap bertahan menjadi Sholeh, ini yang luar biasa. Begitu kedua orang ini bertukar tempat, ada kemungkinan orang shaleh yang berada di Masjidil Haram tidak dapat bertahan di daerah lokalisasi yang banyak haramnya. Artinya jangan pernah kita merasa aman dulu. Allah telah menginstal dalam diri manusia untuk menjadi taqwa ataupun futur. Keduanya mungkin saja berganti. Allah mudah membolak balikkan. Maka mintalah selalu pada Allah untuk selalu dibimbing menuju jalan taqwa.

Siapa yang mengatakan manusia telah rusak, maka ia lebih rusak dibanding orang yang ia sebut. Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lainnya. Biasanya orang menjadi tersekat-sekat, karena kita merasa lebih baik dari masyarakat lainnya. 

Pertama, kita harus paham yang namanya 'urf (tidak ditolak mentah mentah, tidak terima bulat bulat). Masing masing masyarakat punya tradisi keagamaan/sosial.

Dulu masyarakat jahiliyah Mekkah, menggunakan anak panah untuk memberikan nasib dan menentukan apa yang akan merek kerjakan, kebolehan ataupun larangan untuk melakukannya, yaitu  if'a dan la taf'a. Kemudian, ada kebiasaan tradisi mengikuti arah burung terbang ke mana. Inilah dua di antara urf yang tidak disetujui Rasulullah, sehingga beliau tidak melaksanakannya sebab bertentangan dengan keyakinan fitrah Islam bahwa Allah lah yang telah mengatur segalanya. Bahwa Allah-lah tempat semua kita menggantungkan harapan dan nasib, bukan kepada arah panah ataupun makhluk lainnya.

Namun, urf lain seperti Gulat, adu gulat, tidak dihapuskan. Rasulullah pun bergulat. Sebagaimana tidak langsung ditolak, namun tidak diterima mentah mentah juga.

All Urf ada 2, yakni Al urf shalih yang berarti kebiasaan yang sesuai syariat dan tidak tertolak, serta Al urf fasid yang berarti kebiasaan yang merusak.

Sesuatu yang dimunculkan dengan tradisi (tidak bertentangan dengan syariat), akan setara dengan dalil. Apa yg di mata orang Islam buruk, maka di antara Allah itu buruk. Maka ketika ada urf di tengah masyarakat, carilah dalil umumnya. Misal kerja bakti: watawasaubil Haq.  Walaupun tidak ada dalil khusus tapi sejalan dengan ruh syariat. Maka kenalilah tradisi kampung kita. Kalau kita masuk, masuklah dengan baik. Jangan mudah memvonis manusia lainnya apabila ditemukan perbedaan-perbedaan.

Suatu ketika di zaman Rasulullah SAW, ada seorang laki laki yang minta kekhususan zina boleh hanya untuknya. Kemudian Rasullah yang tahu multak itu salah, tidak lantas marah dan memaki lelaki tersebut. Dengan wajah bijak dan penuh hikmah, Rasulullah SAW menanyakan padanya, "Apakah kamu punya ibu? Punya istri? Punya anak perempuan? Bagaimana perasaannya jika ibumu, istrimu, anak anak perempuanmu dizinahi oleh orang lain?" Maka di saat itu pria tersebut bertaubat dan tidak pernah berzina lagi. Dengan bil hikmah inilah, akan membuat orang lain menjadi lebih baik.

Ada juga pencuri di zaman Rasululllah SAW yang minta dispensasi untuk boleh mencuri khusus dirinya. Kemudian Rasullah berpesan, boleh tapi tidak boleh bohong. Itu saja. Jangan Bohong. Suatu ketika pria tersebut dengan melakukan aksinya dengan menggondol barang. Tapi ia ingat janji dengan Rasulullah bahwa tidak boleh bohong. Inilah betapa bijaknya Rasulullah SAW, dimana jika seumpana yang sakit mata, tapi yang disuntik tangan. Bukan matanya, karena nanti bisa pecah. 

Kita tidak boleh menghalalkan segalanya, tapi kita tidak boleh juga terlalu saklek. Rasulullah Saw saat menyampaikan nasihat akan melihat siapa yang didakwahinya. Rasul akan memahami kondisinya. 

Suatu ketika juga datanglah orang Baduy Arab pedalaman yang pipis di pojok masjid. Sahabat melarang dengan bahasa keras, dilabrak. Namun justru, saat itu Rasulullah itu melarang yg melarang orang arab Baduy tersebut. Biarkan sampai selesai dulu pipisnya.

Berikan 70 udzur kepada saudaramu, saat mereka melakukan yang tidak kamu sukai. Berikan udzur syar'i. Agar tidak ada kotor hati kepada saudara kita. Sampai kita tidak mudah menaruh curiga kepada orang lain ataupun vonis, termasuk juga kepada lawan politik di tahun tahun politik ini.

Rasulullah SAW dalam hadist Mursal (Ada 1 riwayat yg kosong) melarang memanggil saudara kita wahai babi, keledai.. kalau zaman sekarang, cebong. sebab nanti Allah akan tanya kepada manusia, apakah kamu melihat saat Aku menciptakan hambaku sebagai babi/keledai.. kampret/cebong. Karena itu masuk ke dalam fasik (mencelanya).

Kalau dalam bermasyarakat, pasti ada ikhtilaf. Sebuah ijtihat tidak bisa mematahkan ijtihat lainnya. Maka banyak banyaklah bertoleransi dan berikan udzur yang banyak agar tak sampai hati menjatuhkan suudzon kepada orang lain 

Hal ini dilaksanakan dalam rangka meyatukan umat Islam. Karena menyebankan perpecahan tidak ada khilafiyah itu pasti haram.

Biasanya, sikap sikap mengingkari muncul karena kurang bacaan saja. Tahanlah sikap mengingkari. Biasanya hanya karena kita kurang jaun bacaannya, pengetahuannya.

Mungkin kita beda di persoalan satu ini, tapi sama di banyak hal lainnya. Jangan lupa Kita ADABUL IKHTILAF.

Siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetanggamu.
Sebarkanlah salam. 1 hal yg akan membuat kalian menjadi saling mencintai.
Manusia terbaik adalah yag lebih dahulu memberikan salam

Abu Sofyan dan orang orang Quraisy lainnya tertarik dengan Islam salah satunya karena mereka merasa diorangkan, akhirnya mereka akan merasa terpincut. Maka sangat perlu kita untuk "mengorangkan orang".

Kalau Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang sebelum masuk Islam, maka setelah masuk Islam, Rasulullah pun menempatkannya sebagai seorang panglima. Inilah "mengorangkan orang".

Abu Sofyan sebagai orang yg terpandang saat sebelum masuk Islam, maka setelah masuk Islam ia pun ditempatkan sebagai orang yang terpandang. Inilah "mengorangkan orang".

Inilah fiqud dakwah yg mesti kita lakukan agar dakwah dapat diterima dengan sebaik-baiknya.

Ringkasan materi dari Ust. Farid Nu'man